Sabtu, 20 Jun 2026 22:23 WIB

7 Fraksi DPRD Bojonegoro Sepakat Tolak Harga BBM Naik, PMII Tunggu Rilis Resmi

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto. (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - DPRD Kabupaten Bojonegoro nyatakan sikap menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Keputusan ini disebut sebagai kesepakatan seluruh anggota.

“Kami dari lembaga DPRD dengan tegas menolak kenaikan BBM,” ujar Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Sukur menjelaskan, bukti penolakan disertai dengan surat pernyataan yang ditandatangani seluruh pimpinan DPRD. Ada sebanyak 8 fraksi dalam DPRD Bojonegoro, 7 di antaranya sepakat untuk menolak kebijakan pemerintah pusat perihal kenaikan BBM.

“Ada tujuh fraksi yang menolak kenaikan BBM, sedangkan satu fraksi tidak menyatakan sikap yaitu fraksi PDI Perjuangan," jelasnya.

Meskipun masing-masing fraksi memiliki alasan dan narasi yang berbeda, lanjut Sukur, secara umum penolakan didasari keputusan menaikkan harga BBM yang dinilai kurang tepat. Apalagi saat kondisi sosial ekonomi masyarakat masih terdampak pandemi Covid-19.

"Otoritas atau kebijakan naik turunnya BBM merupakan wewenang pemerintah pusat, sehingga kami mendesak pemerintah agar BBM tidak dinaikkan,” tegasnya.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Sementara itu Ketua Cabang PMII Bojonegoro Heri Siswanto, menyebut saat ini pihaknya masih menunggu salinan rilis resmi pernyataan sikap dari DPRD Bojonegoro.

"Kemarin itu hanya konferensi pers di hadapan beberapa media, untuk peryataan resminya belum kami terima," ujarnya pada jatimnow.com, Minggu (18/9/2022).

"Sesuai dengan pernyataan saat aksi yang kemarin (12/9/2022), untuk aksi lanjutan masih kita koordinasikan," pungkasnya.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Sebelumnya sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di depan gedung DPRD Bojonegoro pada senin (12/9/2022).

Dalam orasinya, 5 tuntutan disampaikan pada DPRD Bojonegoro, yakni kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi, meminta DPRD menyatakan sikap di hadapan media dengan konferensi pers bersama menyatakan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Mereka meminta keputusan disampaikan paling lambat 19 september 2022. Jika tidak dipenuhi, maka aksi serupa akan digelar dengan massa yang lebih banyak.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.