Minggu, 21 Jun 2026 02:00 WIB

Memancing Ikan Malam Hari, Kebiasaan Unik Sejumlah Warga Lamongan

Wahid, warga Lamongan yang menunjukan hasil buruan mancing malam di Kali Dinoyo, Kecamatan Deket.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Wahid, warga Lamongan yang menunjukan hasil buruan mancing malam di Kali Dinoyo, Kecamatan Deket.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Memancing pada siang hari mungkin sudah biasa. Namun hal sebaliknya justru dilakukan sejumlah warga Lamongan. Mereka memilih memancing saat hari berganti malam.

Kebiasaan unik tersebut dapat Anda saksikan kala melintas jalan poros Kecamatan Deket-Glagah yang bersebelahan dengan sepanjang Kali Dinoyo. Selain siang, banyak warga yang memilih waktu memancing pada malam hari untuk menyalurkan hobinya. Kali atau sungai tersebut memang cukup beken di kalangan para pemancing yang disebut sebagai salah satu spot andalan di Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

"Sampingan saja mas, menghabiskan waktu luang, karena kalau siang kerja. Juga buat tambah-tambah penghasilan, lumayan," kata Abdul Wahid, warga Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Lamongan, Sabtu (18/9/2022) malam.

Ikan primadona sekaligus paling diburu adalah gabus atau ikan kutuk. Selain harganya yang relatif lebih mahal dari ikan air tawar lainya seperti mujair dan tombro, sensasi tarikan ikan kutuk juga lebih menantang.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Sensasi tarikan ikan kutuk yang paling dicari, karena di kali ini (Kali Dinoyo) ukuran ikan kutuk relatif besar. Saat malam hari ikan biasanya mencari ikan," ungkap pemancing lainnya, Sutadi.

Dikatakan Sutadi, ramainya penghobi tergantung musim. Jika masuk Juni atau bulan 6, biasanya pemancing akan bertambah banyak.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

"Ramai lagi biasanya kalau bulan puasa, banyak yang mancing sekalian tadarus. Bahkan dari luar daerah Lamongan" katanya sambil bergurau.

Pemancing seperti Sutadi dan Wahid yang menyalurkan hobi saat malam hari hanya membutuhkan satu alat tambahan. Yakni berupa starlight atau pelampung bercahaya sebagai penanda.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.