Selasa, 16 Jun 2026 12:44 WIB

Aksi Penolakan Kenaikan Tiket Kapal Gresik-Bawean Terus Berlanjut

Mahasiswa Bawean saat menggelar aksi menolak kenaikan tiket kapal (Foto: kontributor for jatimnow.com)
Mahasiswa Bawean saat menggelar aksi menolak kenaikan tiket kapal (Foto: kontributor for jatimnow.com)

Gresik - Aksi penolakan kenaikan harga tiket Kapal Express Bahari tujuan Gresik - Pulau Bawean terus berlanjut. Hari ini giliran Kantor DPRD Gresik yang menjadi tujuan massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Bawean Surabaya (Imbas).

Saat mendatangi Gedung DPRD, massa Imbas membentang spanduk bertuliskan "Kami Menolak Kenaikan Tarif Tiket KM Bahari".

Baca Juga: PELNI Surabaya Wajibkan Tiket Online via PELNI Mobile

Dalam orasinya, korlap aksi Abel Juned Ijlal mendesak Pemerintah Gresik untuk menolak rencana kenaikan tarif tiket kapal Express Bahari.

“Kembalikan tarif tiket kapal Express Bahari sesuai dengan harga normal sebelum pandemi Covid-19,” kata Abel, Selasa (13/9/2022).

Abel menyebut keputusan kenaikan harga tiket kapal menjadi kewenangan pemerintah. Karena itu pihaknya meminta pemerintah untuk mempertimbangkan rencana kenaikan tiket tersebut.

Baca Juga: Riset Laut Gili Noko, Sinyal Bahaya Mikroplastik untuk Bawean

"Dengan kenaikan harga tiket ini membuat masyarakat Bawean menjadi sengsara," ucapnya.

Dalam aksinya ini, Abel beserta rekan-rekanya gagal bertemu secara langsung dengan Ketua DPRD Gresik, Muhamad Qodir. Massa akhirnya ditemui oleh anggota DPRD Gresik Bustami Khazim dan M Lutfi Dhawam.

Baca Juga: PWI dan DPRD Gresik Gelar Dialog Publik Peningkatan PAD untuk Kemandirian Daerah

Saat menemui peserta aksi, Bustami memgatakan bahwa dirinya selaku anggota DPRD Gresik akan menyampaikan aspirasi ini kepada pimpinan untuk kemudian didiskusikan dengan pemerintah.

“Kami serap aspirasi adik-adik mahasiswa Bawean dari Surabaya dan lainnya. Kami akan diskusikan ini bersama pemerintah,” ucap Bustami. (kor)

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.