Kamis, 18 Jun 2026 06:10 WIB

Unjuk Rasa Sempat Ricuh, Massa PMII Bojonegoro Akhirnya Temui Anggota Dewan

Kericuhan dan saling dorong antara peserta aksi unjuk rasa dengan pihak keamanan di depan Gedung DPRD Bojonegoro.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Kericuhan dan saling dorong antara peserta aksi unjuk rasa dengan pihak keamanan di depan Gedung DPRD Bojonegoro.(Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

Bojonegoro - Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang digelar massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro di depan Gedung DPRD Bojonegoro, Senin (12/9/2022). Awalnya aksi berlangsung kondusif. Kericuhan mulai terjadi saat massa berusaha mamaksa masuk ke gedung DPRD. Polisi mencoba menghalangi mahasiswa sehingga aksi saling dorong tidak terhindarkan.

Kericuhan kemudian berhasil diredam setelah terjalin kesepakatan antara polisi dengan massa. Selanjutnya masa diperbolehkan masuk ke Kantor DPRD Bojonegoro untuk berdialog dengan anggota dewan.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Ketua PMII Cabang Bojonegoro Heri siswanto menyatakan, pihaknya secara tegas menolak kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi. Dia juga mendesak pemerintah untuk serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM. Sekaligus meminta DPRD Bojonegoro untuk ikut menolak kenaikan harga BBM.

"Kami dengan tegas menolak kebijakan kenaikan BBM. Kami mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran," tegasnya.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Selanjutnya, Heri meminta pihak DPRD untuk menyatakan sikap di hadapan media dengan konferensi pers bersama menyatakan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi selambat-lambatnya 19 september 2022. Ia juga mengancam akan datang kembali dengan massa lebih banyak.

Sementara tampak hadir menemui massa, Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Prayitno didampingi 3 anggota dewan lainnya. Ia menuturkan, secara umum pihaknya menerima semua aspirasi yang disampaikan. pihaknya juga mengapresiasi PMII Bojonegoro yang menggelar aksi secara tertib.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

Sukur dapat memahami bahwa kebijakan kenaikan harga BBM berdampak kepada masyarakat. Serta berimbas kepada kenaikan harga kebutuhan pokok yang tentu menambah beban bagi masyarakat.

"Bahwasanya berkaitan dengan kebijakan BBM ini adalah menjadi kebijakan nasional. Yang bisa kami lakukan akan menyampaikan kepada atasan ataupun pemerintah pusat bahwa masyarakat Bojonegoro diwakili sahabat-sahabat PMII menolak kenaikan harga BBM," tandasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.