Sabtu, 20 Jun 2026 19:32 WIB

Driver Ojek Online di Kediri Resah, Tarif Naik dan Penumpang Sepi

Para pengemudi ojek online mangkal di kawasan Jalan Hayam Wuruk.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Para pengemudi ojek online mangkal di kawasan Jalan Hayam Wuruk.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Driver ojek online di Kota Kediri resah. Kenaikan tarif dampak meningkatnya harga BBM justru membuat penumpang sepi. Penurunan penumpang ojek online di Kota Kediri mencapai 30-70 persen.

Seperti halanya dialami Nugroho, salah satu pengemudi ojek online yang biasa mangkal di kawasan pusat perbelanjaan Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri. Sejak Kementerian Perhubungan mengumumkan kenaikan tarif per Minggu 11 September 2020 (00.00 WIB), penumpangnya turun. Dia mengaku penurunan mencapai 30 persen.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

“Sejak 2 hari ini sepi,” kata Nugroho, Senin (12/9/2022).

Selain Nugroho, Eko juga merasakan hal yang sama. Penurunan penumpangnya bahkan mencapai 70 persen.

“(Penurunan) Sampai 70 persen,” tegas Eko.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Sebenarnya para pengemudi tidak meminta perusahaan menaikkan tarif meski terjadi kenaikan harga BBM. Mengingat dampaknya justru memberatkan penumpang. Jika seperti ini, pendapatan para pengemudi ojek online bisa menurun drastis karena sepinya order.

Di perusahaan Nugroho dan Eko, terjadi kenaikan tarif sebesar Rp1.000. Sebelumnya untuk jarak 1-4 km, perusahaan menggunakan tarif Rp11.000 dan pengemudi menerima Rp7.200. Sekarang untuk jarak 1-4 km, tarif yang dikenakan Rp12.000 dan pengemudi mendapat Rp8.000. Potongan itu menurut pengemudi terlalu besar. Persentasenya lebih dari 20 persen.

Baca Juga: BBM Gratis untuk 150 Ojol Warnai HUT Surabaya ke-733

“Sebenarnya nggak naik nggak apa-apa. Yang kami inginkan penurunan potongan dari aplikasi,” tandas Eko. 

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.