Sabtu, 20 Jun 2026 04:55 WIB

Menikmati Bakso Macan di Pelosok Ponorogo Harganya Tidak Garang

Bakso Pak No Macan yang selalu diserbu pelanggan apalagi saat makan siang. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Bakso Pak No Macan yang selalu diserbu pelanggan apalagi saat makan siang. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Baca Juga: Rujak Uleg King Salmon, Inovasi Mewah Excotel di Festival Rujak Uleg 2026

Ponorogo - Bakso merupakan makanan sejuta umat. Mau di tengah kota besar hingga di perdesaan pasti ditemukan bakso.

Seperti di Desa Carat, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Ada Bakso Macan Pak No. Lokasinya jauh dari pusat kota Bumi Reog. Namun walaupun begitu, saat memasuki jam makan siang antrenya luar biasa.

Selain itu, juga murah meriah, ramah di kantong. Karena satu porsi hanya seharga Rp5 ribu. Juga satu gelas besar minuman baik es maupun hangat hanya dihargai Rp2 ribu.

Bakso Pak No berada di perkampungan desa. Tetapi sampai di lokasi, parkiran motor yang ingin merasakan bakso Pak No sangat banyak. 

Satu mangkok itu berisi lengkap. 4 pentol bakso ukuran kecil dan 4 pentol bakso ukuran sedang. Lengkap dengan mie kuning serta bihun. Kuah bakso bening disertai irisan seledri dan taburan bawang goreng.

Setelah disajikan, ditambahi saos tomat, kecap dan sambal. Ketika dirasakan, not bad lah dengan harga Rp5 ribu untuk semangkok bakso.

Bakso Pak No sendiri disebut dengan Bakso Macan. Berdiri dari tahun 2002. Dengan kata lain sudah 20 tahun. Awal mula hanya gerobak biasa yang putar dari satu tempat ke tempat lain.


“Sudah 20 tahun ini. Si senduk (anak) masih kecil. Hingga saat ini telah dewasa dan ikut berjualan,” ujar  pemilik Bakso Pak No, Suwarno, Jumat (9/9/2022).

Dari situ, ketika ada pesanan dari pegawai kecamatan menyebutnya bahwa bakso Pak No ditambah dengan kata Macan alias mama cantik. Pasalnya yang menjual terkadang istri dari Pak No.

Sehingga dia membuka buka warung bakso Pak No Macan. Selain itu, di depan gerobak bakso Pak No ada gambar hewan Macan.

Dari dulu hingga saat ini, Pak No mengaku selalu menjual dengan harga murah meriah. Dari harga satu mangkuk Rp500 hingga saat ini Rp5 ribu. Bahkan dua tahun lalu masih dibandrol dengan harga Rp4 ribu.

Dalam sehari, lanjut dia, dia bisa menjual 1000 mangkok. Terlebih jika ada pesanan seperti acara pengantin maupun yasinan bisa terjual hingga 2000 mangkuk. 

“Murah gak papa, yang penting ada keuntungannya. Bisa sampai 2000 mangkuk per hari. Yang jelas selalu ada yang beli,” pungkasnya.
Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.