Minggu, 21 Jun 2026 05:36 WIB

Sebelum Tewas, Santri Ponpes Gontor Ponorogo Jadi Ketua Perkemahan Kamis-Jumat

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 06 Sep 2022 14:56 WIB
Pintu masuk Ponpes Modern Darussalam Gontor.(Mita Kusuma/jatimnow.com)
Pintu masuk Ponpes Modern Darussalam Gontor.(Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor membagikan sedikit cerita sebelum tewasnya santri berinisial AM asal Palembang. Kejadian nahas itu terjadi pada 22 Agustus 2022. Sebelumnya, AM ditunjuk sebagai Ketua Perkemahan Kamis-Jumat, 18-19 Agustus 2022.

“Karena kami (Ponpes Modern Darussalam Gontor) melaksanakan perkemahan setiap Kamis-Jumat pada santri baru,” ujar Juru Bicara Ponpes Modern Darussalam Gontor Ustad Noor Syaid, Selasa (6/9/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Sebagai ketua pelaksana, AM harus mengumpulkan barang pinjaman ke gudang pada Jumat dan Sabtu. Lalu Senin (22/9/2022), dilakukan pemeriksaan. Hal itu dilakukan untuk memastikan jumlah barang sudah sesuai atau belum. Termasuk untuk memeriksa apakah ada barang yang rusak atau hilang.

“Kemungkinan terjadi di situ. Senin kejadiannya, yang jelas Gontor berduka,” pungkas

Sebelumnya, tangis seorang ibu pecah di hadapan pengacara kondang Hotman Paris. Ibu yang menggunakan jilbab itu curhat bahwa anaknya meninggal diduga karena penganiayaan. Anaknya adalah seorang santri di salah satu pondok ternama Ponorogo. Dugaannya, sang anak tewas karena dianiaya.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Video tersebut kemudian diunggah di Instagram pribadi Hotman Paris dan menjadi viral. Dalam video unggahan tersebut terdengar aduan sang ibu.

“Dia anak yang berprestasi, bang,” ujar sang ibu seperti yang didengar jatimnow.com.

Di unggahan lainnya, Hotman Paris menyentil Kapolda Jawa Timur.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

"Bapak Kapolda Jawa Timur mohon segera dilakukan penyelidikan atas meninggalnya anak Ibu Soimah,” sebut Hotman.

Adalah Albar Mahdi, santri yang mengalami dugaan penganiayaan hingga tewas. Korban merupakan santri kelas lima atau setara dengan kelas 11 SMA. Korban tercatat sebagai santri di ponpes yang ada di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Korban tewas tersebut dipulangkan ke orang tuanya di Palembang, dan telah dimakamkan pada 22 Agustus 2022.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.