Rabu, 17 Jun 2026 20:41 WIB

Hanya Dijanjikan Bertemu 2 Hari Lagi, Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang Bubar

Massa PMII saat merangsek ingin masuk ke gedung DPRD Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Massa PMII saat merangsek ingin masuk ke gedung DPRD Jombang. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Ratusan mahasiswa PMII Jombang yang berunjuk rasa di depan kantor DPRD Jombang, akhirnya membubarkan diri. Masa aksi memilih bubar lantaran sejumlah perwakilan dari mahasiswa keluar dan mengumumkan hasil pertemuan dengan Sekwan DPRD Jombang.

"Karena tidak ada DPRD yang menemui kita tadi, yang ada hanya Sekwan (sekretaris dewan). Dan sekretaris dewan menjanjikan hari Kamis (8/9), berkumpul lagi, bertemu lagi dengan anggota DPRD untuk berdiskusi," ungkap Rizal Abdillah, selaku ketua PC PMII Jombang.

Baca Juga: Soroti Pengadaan Mobil Dinas Baru, Mahasiswa di Probolinggo Gelar Unjuk Rasa

Dikatakan Rizal nantinya dewan menginginkan mahasiswa membawa sejumlah perwakilan dari PMII Jombang.

"Hari Kamis jam 1 siang dengan 40 orang peserta dari PMII, hanya itu," bebernya.

Saat ditanya apa yang menjadi penyebab kericuhan, Rizal mengaku jika para mahasiswa ingin masuk ke dalam kantor DPRD kabupaten Jombang, namun tidak diizinkan aparat kepolisian yang berjaga.

Baca Juga: Muscab 2026, PPP Lamongan Buka Pintu Lebar untuk HMI, PMII, dan Santri

"Ya karena kita tidak diizinkan masuk ke dalam. Padahal ini (kantor DPRD Jombang) rumah kita. Masak kita sebagai rakyat dilarang masuk ke rumah kita sendiri, saya kira itu," kayanya.

Lebih lanjut ia mengatakan jika salah satu mahasiswa yang diamankan lantaran diduga menjadi provokator juga telah dilepaskan polisi.

"Yang diamankan hanya satu. Tapi sudah kita keluarkan. Dan semua damai," ucapnya.

Baca Juga: PMII Rayon Muhammad Yunus UIN Tulungagung Deklarasikan Ikatan Alumni

Selain itu, mahasiswa mendorong agar pemerintah dan kepolisian mencegah terjadinya penimbunan BBM bersubsidi.

"Kita mendorong agar pemerintah dan kepolisian mencegah adanya mafia yang menimbun BBM bersubsidi," tukasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.