Rabu, 17 Jun 2026 10:49 WIB

Santri Tewas Diduga Dianiaya, Ponpes Modern Darussalam Gontor Minta Maaf

Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo (Foto: Dok. Mita Kusuma/jatimnow.com)
Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo (Foto: Dok. Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor Ponorogo angkat bicara perihal tewasnya seorang santri berinisial AM. Santri itu tewas diduga akibat dianiaya.

"Kami memohon maaf sekaligus berbelasungkawa yang sebesar-besarnya atas wafatnya almarhum AM, khususnya kepada orangtua dan keluarga almarhum di Sumatera Selatan," ujar Juru Bicara (Jubir) Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ustadz Noor Syahid, Senin (5/8/2022).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia mengaku jika pihak pesantren sangat menyesalkan terjadinya peristiwa yang berujung pada tewasnya almarhum. Dan sebagai pesantren yang fokus terhadap pendidikan karakter anak, dia berharap agar peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

"Kami juga meminta maaf kepada orangtua dan keluarga almarhum, jika dalam proses pengantaran jezanah dianggap tidak jelas dan terbuka. Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ungkapnya.

Baca Juga: Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Ajudan Wakapolres Blitar Alami Hidung Patah

Menurutnya, internal ponpes memang menemukan adanya dugaan penganiayaan yang menyebabkan AM tewas. Menyikapi hal itu, pihak ponpes langsung bertindak cepat dengan menindak santri yang terlibat.

"Kami keluarknn yang bersangkutan dari Pondok Modern Darussalam Gontor secara permanen dan langsung mengantarkan mereka kepada orangtua mereka masing-masing. Pada prinsipnya kami tidak mentoleransi segala aksi kekerasan di dalam lingkungan pesantren, apa pun bentuknya," paparnya.

Baca Juga: Organisasi Aremania Utas Ganti Kerugian Wisatawan Asal Surabaya

Di sisi lain, lanjutnya, pihak ponpes juga siap untuk mengikuti segala bentuk upaya dalam rangka penegakan hukum terkait peristiwa tersebut.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.