Jumat, 19 Jun 2026 03:13 WIB

Dukung Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih, Pemprov Jatim Raih Penghargaan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawan menerima penghargaan dari Kemendagri.(Foto: Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawan menerima penghargaan dari Kemendagri.(Foto: Humas Pemprov Jatim)

Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) usai mendukung Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih yang dicanangkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada peringatan jelang HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Senin (5/9/2022) pagi.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

Penghargaan ini diterima oleh Provinsi Jawa Timur bersama dengan 3 provinsi lainnya yakni Jambi, Kalimantan Selatan dan Papua serta instansi BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia).

Selain itu untuk kategori kabupaten/kota di Indonesia, Kemendagri memberikan penghargaan yang sama kepada Kota Surabaya, Kota Banda Aceh, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Banggai, Kabupaten Bone, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Mappi.

Sebelumnya, sebagai bentuk dukungan program tersebut Gubernur Khofifah bersama bupati/ wali kota se Jawa Timur membagikan bendera kepada sejumlah elemen masyarakat di Jawa Timur. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan pembagian dan pengibaran bendera kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur dilakukan sejak 2 Agustus 2022. Begitu pula bupati/ wali kota juga melakujan hal yang sama.

Pembagian bendera tersebut terus dilanjutkan bersama dengan Mendagri Tito Karnavian, pada momen tiga hari menjelang Hari Kemerdekaan ke-77 RI di Halaman Gedung Negara Grahadi, Minggu (14/8) lalu.

"Alhamdulillah, penghargaan ini sebagai bukti bahwa masyarakat Jawa Timur solid dan kuat dalam mewujudkan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Gubernur Khofifah.

Menurut Khofifah, penghargaan yang diterima kali ini merupakan simbol komitmen kita menjaga NKRI . Salah satu simbol utamanya melalui pembagian dan pengibaran bendera merah putih secara masif selama bulan Agustus yang merupakan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, menurut mantan Menteri Sosial RI tersebut dirinya mengapresiasi antusiasme masyarakat Jawa Timur yang kompak memupuk rasa nasionallisme, patriotisme, dan wawasan kebangsaan.

"Bendera merupakan simbol persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Kiranya penghargaan ini semakin menjadi penguat dan semangat yang luar biasa bagi seluruh elemen di Jawa Timur," ujarnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Selain itu Gubernur Khofifah juga mengatakan penghargaan yang diberikan Kemendagri kali ini merupakan pembuktian cinta tanah air yang diikuti dengan bukti dan gerakan nyata.

"Momen ini menjadi penting untuk membangun sinergitas bagi seluruh masyarakat. Indonesia adalah bangsa yang besar sehingga persatuan dan kesatuan harus dijaga," imbuh Khofifah.

Sebagai informasi, sejak awal hingga akhir Agustus 2022, Kementerian Dalam Negeri RI mendata total terdapat 12.070.565 bendera yang berkibar secara nasional pada bulan Kemerdekaan RI.

Dengan raihan jumlah tersebut, Museum Rekor Indonesia (MURI) mengakui bahwa capaian tersebut merupakan rekor dunia pengibaran bendera terbanyak. Pada kesempatan yang sama, MURI melalui Pendiri sekaligus Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) Jaya Suprana memberikan pengharagaan MURI kepada Kemendagri RI.

Pada kesempatan tersebut Mendagri Tito Karnavian mengatakan rasa harunya atas antusiasme masyarakat Indonesia yang mendukung kesuksesan Gerakan Nasional 10 juta bendera.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Kegiatan ini sekaligus sebagai salah satu program kami (Kemendagri) untuk menjaga dan mengembangkan wawasan kebangsaan NKRI yang terdapat di 4 pilar," ujar Mendagri Tito.

Lebih lanjut Tito menjelaskan, Indonesia memiliki keunikan yang harus dipertahankan. Menurutnya, Indonesia memiliki karakter kultural yang beragam dengan berbagai suku, bangsa dan bahasa.

Terakhir, Mendagri Tito mengatakan modal terpenting bangsa Indonesia yakni kebersamaan sebagai bangsa. Meski Indonesia memiliki negara yang unik dan plural namun tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Boleh berbeda, tapi tetap bersatu," tutupnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.