Kamis, 18 Jun 2026 19:37 WIB

Protes Kenaikan Harga BBM, Ratusan Massa Gelar Aksi di Gedung DPRD Pamekasan

Ratusan mahasiswa dan pemuda melakukan protes dan menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPRD Pamekasan, Senin (05/09/2022).(Foto: Fathor Rahman)
Ratusan mahasiswa dan pemuda melakukan protes dan menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPRD Pamekasan, Senin (05/09/2022).(Foto: Fathor Rahman)

Pamekasan - Aksi protes kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terus terjadi di Pamekasan. Ratusan mahasiswa dan pemuda menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Pamekasan, Senin (05/09/2022). Massa aksi merupakan gabungan dari sejumlah organisasi. Di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Madura (Unira), dan Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) Pamekasan.

Massa melakukan longmarch dari monumen Arek Lancor Pamekasan menuju Gedung DPRD. Pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya sepanjang jalan. Termasuk di gedung DPRD. Mahasiswa dan pemuda menyampaikan penolakan terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Sebab dianggap semakin menyengsarakan masyarakat.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

"Negara ini baru saja mengalami wabah Cvid-19 selama dua tahun lebih. Saat ini masih dalam pemilihan ekonomi, kok harga BBM malah dinaikkan," teriak Basid, salah satu orator aksi.

Kenaikan harga BBM dinilai akan berefek domino terhadap perekonomian masyarakat. Salah satunya berimbas terhadap harag barang dan jasa atau kebutuhan primer. Sebab semua pelaku usaha akan menyesuaikan dengan kenaikan tersebut.

Selain itu, kebijakan pemerintah dinilai akan mengancam terjadinya inflasi. Setiap kenaikan harga BBM sebesar 10 persen akan menambah inflasi sebesar 1,2 persen.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

"Kebijakan ini jelas akan menyengsarakan 50 persen dari populasi 270 juta jiwa di Indonesia. Kami menolak kebijakan pemerintah dan menuntut harga BBM diturunkan, " teriak orator aksi.

Massa melampiaskan kekecewaannya dengan membakar ban di depan gedung DPRD. Mereka meminta wakil rakyat menyampaikan aspirasinya. Sejumlah wakil rakyat akhirnya menemui pengunjuk rasa.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Para wakil rakyat setuju dengan penolakan kenaikan harga BBM. Mereka berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa dan pemuda massa aksi.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.