Sabtu, 20 Jun 2026 12:07 WIB

Pelatih Persela Akui Lini Belakang Terlalu Longgar Sejak Dua Laga Awal

Bek Persela Lamongan, Wahyudi saat duel dengan pemain Persikab Bandung, Santoso A. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Bek Persela Lamongan, Wahyudi saat duel dengan pemain Persikab Bandung, Santoso A. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

Lamongan - Pelatih Persela Lamongan, Fakhri Husaini menyebut bakal melakukan evaluasi lini belakang imbas hasil buruk yang diterima Persela pada dua laga pembuka Liga 2 musim kompetisi 2022/2023.

"Mereka (Persikab) layak menang di babak pertama, pemain kita terlalu longgar memberi ruang gerak pemain lawan," ungkap Fakhri seusai laga Persela vs Persikab, Minggu (4/8/2022).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Tidak hanya saat menjamu Persikab, pekan lalu saat berhadapan dengan Bekasi FC pemain belakang Persela juga melakukan kesalahan yang hampir sama.

"Pemain belakang itu tidak boleh salah, dua laga pembuka saya catat selalu terulang ketika satu pemain terjatuh, tim lawan berhasil memanfaatkan situasi itu," paparnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Seakan tak diiringi dewi fortuna, dua laga Persela selalu apes, imbasnya terjungkal dan terus kehilangan poin. Meski begitu, Fakhri tetap percaya Persela bisa berbenah dan mengakhiri drama awal musim ini.

"Tim ini (Persela) baru terbentuk 2 bulan, banyak pemain yang satu sama lain belum pernah main bareng. Kalau Zulham oke lah. Kekalahan bisa menjadi pelajaran berharga secepatnya mencari solusi dan merespon kekalahan," kelakarnya

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Sementara itu, gelandang bertahan Persela Lamongan, Tanwir mengaku jika permainan kontra Persikab tidak seperti sejalan dengan perencanaan.

"Pertandingan tadi kita tidak main seperti kita latihan. Kami tidak puas dengan hasil ini," paparnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.