Jumat, 19 Jun 2026 06:01 WIB

Uinsa Sebut Pengeroyokan 3 Mahasiswa Sudah Selesai Secara Kekeluargaan

Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) - (Foto: uinsby.ac.id)
Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (Uinsa) - (Foto: uinsby.ac.id)

Surabaya - Koordinator Bidang Kerja Sama, Kelembagaan dan Humas Uinsa, Ahmad Firdausi angkat bicara terkait dugaan pengeroyokan yang dialami tiga mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum.

Tiga mahasiswa itu bernama Muhammad Maulana, Agung Laksono dan Multazam. Ketiganya mengaku dikeroyok oleh panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2022 di kampus setempat pada Kamis (1/9/2022) lalu.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurut Firdausi, kejadian tersebut berawal saat tiga mahasiswa yang bukan panitia mengibarkan bendera Organisasi Eksternal (Ormek) saat pelaksanaan PBAK 2022.

"Kesepakatannya saat pelaksanaan kegiatan PBAK hanya boleh memakai atribut UINSA dan fakultas," terang Firdausi saat dikonfirmasi wartawan telepon, Sabtu (3/9/2022).

Dari situlah muncul kesalahpahaman antara panitia PBAK dan tiga mahasiswa tersebut. Pengeroyokan di gedung Twin Tower Uinsa itu terjadi sekitar pukul 17.15 WIB.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kesalahpahaman itu dipicu karena adanya kegiatan yang berlangsung dari pagi sampai menjelang malam, sama-sama lelah, jiwa muda, terjadilah kejadian yang memprihatinkan kami semua," ujarnya.

Ketiga mahasiswa itu akhirnya membuat laporan ke Polsek Wonocolo atas dugaan pengeroyokan. Panitia PBAK juga disebut melapor.

"Sampai terjadi saling lapor," ungkap Firdausi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Pihak kampus kemudian melakukan upaya mediasi antara tiga mahasiswa tersebut dan panitia PBAK.

"Sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Difasilitasi oleh dekanat dan rektorat. Kami mediasi, kami pertemukan, diajak ngomong baik-baik sudah selesai. Saling memaafkan. Itu kan kesalahpahaman saja," tegas Firdausi.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.