Rabu, 17 Jun 2026 18:50 WIB

Ketua ISEI Malang Raya: Kita Awasi Bersama Kompensasi BLT

  • Penulis :
  • | Jumat, 02 Sep 2022 10:20 WIB
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Malang Raya Wildan Syafitri.(Foto: Brid for jatimnow.com)
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Malang Raya Wildan Syafitri.(Foto: Brid for jatimnow.com)

Surabaya - Pemerintah telah memutuskan untuk menambah Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu sebagai langkah antisipasi kenaikan harga BBM subsidi jenis pertalite dan solar. Keputusan diambil dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu.

Hal ini mendapat respons positif dari Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Malang Raya Wildan Syafitri. Menurutnya, kenaikan harga BBM adalah suatu kebijakan yang sangat berat. Tetapi memang itu adalah pilihan terbaik yang memang harus dilakukan.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

"Mengingat beban subsidi itu cukup besar. Sementara akibat dari krisis global, krisis energi, ini menyebabkan harga minyak tidak bisa dikontrol," ungkapnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (2/9/2022).

Wildan Syafitri menambahkan, semua warga juga akan merasakan berat. Sebab akan memicu inflasi untuk barang-barang yang lain pasti akan ikut merangkak naik.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik Tajam, Ojol hingga Mahasiswa di Kediri Kecewa

"Untuk itu, pentingnya kebijakan kompensasi ini harus kita awasi bersama-sama. Terkait dengan kompensasi BLT, kemudian juga potensi-potensi inflasi yang lain. Misalnya, kerawanan pangan, kemudian kenaikan harga pangan. Tentunya itu tidak bisa kami selesaikan tanpa kerja sama dari semua pihak. Jadi pemerintah kabupaten/kota, pemerintah provinsi dan masyarakat terutama, juga harus bergandeng tangan dan bergotong royong seperti waktu kita bersama-sama menangani covid kemarin," jelasnya Wildan Syafitri.

Ia juga menambahkan, BBM ini persistensi inflasinya sekitar 6 bulan. Biasanya harga itu sudah mulai normal dan sudah bisa di kompensasi kalau dari sisi persistensi inflasi.

Baca Juga: Dinas Sosial Tulungagung Salurkan Bansos Kemensos RI ke Ratusan Masyarakat

"Semoga kenaikan harga BBM ini tidak secara langsung menurunkan pertumbuhan perekonomi yang sekarang memang sedang kita kejar, juga tidak menimbulkan hal-hal negatif yang lain, jadi kenaikan ini juga bisa diharapkan tidak membuat masyarakat menurun tapi harus semakin bersemangat kita dalam pemulihan ekonomi, " pungkasnya ketua ISEI Malang Raya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.