Selasa, 23 Jun 2026 07:11 WIB

Ratusan Aktivis HMI Long March Tolak Kenaikan BBM di Pamekasan

Ratusan aktivis HMI melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM di Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Ratusan aktivis HMI melakukan aksi demonstrasi menolak kenaikan BBM di Pamekasan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

Pamekasan - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan melakukan aksi demonstrasi penolakan bahan bakar minyak (BBM), Rabu (31/8/2022). Mereka juga mengumpulkan seribu tanda tangan masyarakat menolak kebijakan pemerintah tersebut.

Ratusan aktivis meruapakan pengurus HMI Cabang Pamekasan. Termasuk para kader dari delapan komisariat HMI di Pamekasan. Massa melakukan long march dari Monumen Arek Lancor menuju Kantor DPRD.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Anggaran Operasional Bus Sekolah di Tulungagung Membengkak

Aktifis HMI menyampaikan aspirasi penolakan ke gedung DPRD sebagai tempat wakil rakyat. Sebab dinilai, kenaikan BBM berulang kali terjadi sejak beberapa tahun terakhir semakin menyulitkan masyarakat.

Selain itu, HMI Cabang Pamekasan juga menyampaikan dua aspirasi lain. Yaitu menolak kenaikan tarif dasar listrik dan berantas mafia Migas di Indonesia.

Aksi dimulai dari Arek Lancor menuju Kantor DPRD. Massa demo ditemui langsung oleh Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin. Termasuk semua anggota dari empat komisi juga keluar menemui mahasiswa.

Bahkan, para wakil rakyat membutuhkan tanda tangan menyetujui penolakan kenaikan BBM. Sebab sejak 1 September direncanakan BBM jenis Pertalite mencapai Rp10.000 per liter.

Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan, Fathorrahman mengatakan, aksi dilakukan serentak dengan sejumlah daerah lain. Hal itu dilakukan sebagai dukungan terhadap masyarakat. Sebab, kenaikan BBM cukup menyulitkan masyarakat di tingkat bawah.

Baca Juga: Tahun Baru Islam, Pasokan LPG 3 Kg di Jatim Ditambah 922 Ribu Tabung

"Kami menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Ini kenaikan kesekian kali pada pemerintahan ini," katanya.

Dikatakan, pihaknya juga mengumpulkan seribu tandatangan masyarakat. Sebagai bentuk penolakan kenaikan BBM dari masyarakat secara langsung. Ssbab dipastikan akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga menolak kenaikan tarif dasar listrik. Termasuk masih banyaknya mafia Migas di Indonesia yang belum diberantas.

Baca Juga: Harga Pertamax Naik, Aktivitas SPBU di Probolinggo Normal

Sementara Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin menegaskan, pihaknya pun menolak kenaikan BBM. Sehingga pihaknya bersama politisi lain dari berbagai partai politik menandatangani penolakan tersebut.

"Kami juga mendukung penolakan ini. Kami juga akan sampaikan aspirasi mahasiswa sesuai prosedur," katanya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.