Sabtu, 13 Jun 2026 11:00 WIB

Cara Pak Yes Merajut Keharmonisan Antar Umat Beragama di Lamongan

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) dalam kegiatan penguatan moderasi beragama di Kecamatan Ngimbang (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak Yes) dalam kegiatan penguatan moderasi beragama di Kecamatan Ngimbang (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes) tak henti-hentinya menggaungkan moderasi beragama. Hal itu untuk membentuk iklim suasana masyarakat, agar tetap adem ayem meski diterpa isu berlatar belakang agama.

Pak Yes menjelaskan, moderasi beragama merupakan cerminan perintah Rasulullah, yaitu Islam Wasathiya atau moderat yang senantiasa bersikap tengah-tengah atau seimbang.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Hal itu dibuktikan Pak Yes dengan membuka pelaksanaan outbond training penguatan moderasi beragama di Dusun Tanjung Kulon, Desa Munungrejo, Kecamatan Ngimbang, Selasa (30/8/2022).

"Tentu ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua untuk menciptakan harmonisasi dan kondisi yang kondusif bagi masyarakat. Kerukunan dalam keberagaman inilah sebenarnya yang menjadi mode dasar dan sangat penting agar negara ini menjadi kondusif," ungkap Pak Yes.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Menurutnya, Kabupaten Lamongan sejak dulu telah terkenal dengan moderasi beragama yang harmonis. Dibuktikan dengan banyaknya contoh desa dengan keberagaman yang terus menjaga keharmonisannya dalam beragama dan sosialnya.

"Kita punya etalase, contoh-contoh desa dengan moderasi beragama sejak dulu, seperti Desa Balun yang mampu menciptakan kehidupan beragama yang harmonis dan kehidupan sosial yang baik. Inilah yang kita harapkan dalam skala besar negara kita, untuk terus utuh dan selalu dalam kondisi yang kuat dan kondusif. Saya mengapresiasi sekali kegiatan ini," tambah Pak Yes.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, Fausi mengatakan, ada empat indikator tolok ukur dalam menciptakan moderasi beragama, yang merupakan suatu sikap pandang tentang bagaimana cara mengamalkan agama yang saling menghargai dan menghormati antar satu dengan lainnya, terlepas dari perbedaan sesama maupun antar umat beragama.

"Ada empat indikator yang menjadi tolok ukur dalam menciptakan moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan NKRI, toleransi, anti kekerasan dan akomodasi terhadap budaya," ungkapnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.