Selasa, 16 Jun 2026 13:00 WIB

Innalillahi, Kabag Umum Setwan Jombang Meninggal dalam Mobil

Mobil dinas yang dikemudikan Kabag Umum Setwan DPRD Jombang, Moh Bisri (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Mobil dinas yang dikemudikan Kabag Umum Setwan DPRD Jombang, Moh Bisri (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Kabag Umum Sekretariat Dewan (DPRD) Jombang, Moh Bisri meninggal dalam mobil dinasnya di Dusun Balongrejo, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, kabupaten setempat, Senin (28/8/2022) siang.

Suparman (68), warga setempat menjelaskan, meninggalnya korban diketahui sekitar pukul 14.20 WIB.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Diketahui sudah dalam posisi meninggal dunia di dalam mobil," terang Suparman.

Menurutnya, saat itu Bisri mengemudikan mobil dinas dengan pelat merah S 412 WP. Mobil itu melaju dari arah Badas menuju Jombang. Saat sampai di lokasi, mobil itu disetop dan berhenti karena ada proyek.

Saat jalur dibuka, mobil yang dikemudikan Bisri tak kunjung melaju. Warga yang curiga kemudian memeriksa mobil itu.

"Setelah dicek, ternyata orangnya meninggal. Posisinya duduk di belakang kemudi, miring ke kiri kepalanya," tambah dia.

Sementara Kapolsek Sumobito, AKP M Amin mengatakan, jenazah korban telah dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan cara memecah kaca mobil, lantaran pintunya terkunci dari dalam.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Jenazah dievakuasi ke RSUD Jombang dengan ambulans puskesmas. Sementara mobil dinasnya kami amankan di mapolsek," jelas AKP Amin.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, Amin menyebut telah memeriksa sejumlah saksi mata. Dari keterangan yang didapat, korban meninggal dunia, diduga karena sakit.

"Pengakuan dari istrinya, korban memiliki riwayat penyakit jantung. Dugaannya penyakit itu yang mengakibatkan korban meninggal dunia," beber dia.

Baca Juga: Vidi Aldiano Meninggal, Erick Thohir: Terima Kasih Atas Karya, Suara, dan Kenangan

Sedangkan berdasarkan hasil visum luar oleh tim medis Puskesmas Sumobito, Amin mengaku tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.

Menurut Amin, pihak keluarga telah ikhlas dengan kematian korban dan tidak menghendaki proses autopsi.

"Jenazah rencananya akan diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.