Selasa, 16 Jun 2026 04:37 WIB

Begini Curhatan Murid SDN 2 Karangpatihan Ponorogo yang Belajar di Tenda

Murid SDN 2 Karangpatihan Ponorogo belajar di tenda.(Foto: Mita Kusuma)
Murid SDN 2 Karangpatihan Ponorogo belajar di tenda.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Sebanyak 42 murid SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, harus belajar di tenda. Puluhan anak itu merupakan murid kelas 1, 2, 3 dan 4. Mereka terpaksa belajar di tenda karena ruang kelasnya nyaris roboh.

“Ruang kelas saya mau roboh lagi. Terpaksa di tenda,” ujar salah satu murid, Safira Mutiara Kalista kepada media, Jumat (26/8/2022).

Baca Juga: Sekolah di Tulungagung Terdampak Gempa, Dispendik Usulkan Rehabilitasi

Safira mengaku belajar di tenda tidak nyaman. Selain panas, proses belajar mengajar juga harus bercampur dengan siswa kelas lain. Dia berharap sekolahnya segera diperbaiki karena rusaknya sudah sejak lama. Bahkan sejak dia masuk di SDN 2 Karangpatihan, sekolahnya sudah nyaris ambruk.

“Takut kalau belajar di kelas, takut kalau roboh lagi. Tapi belajar di tenda juga panas,” curhat murid kelas 4 ini.

Baca Juga: Tiga Ruang SDN di Tulungagung Rusak Parah Terkena Longsor

Hal senada disampaikan murid lainnya, Kalista Dwi Nasila Alwahida. Ia juga mengaku kepanasan saat belajar di tenda. Angin kencang juga membuatnya takut.

“Takut tendanya ambruk lagi. Maunya sekolah dibangun lagi yang bagus bisa sekolah yang enak. Di dalam kelas takut,” pungkasnya.

Baca Juga: Potret Sekolah Rusak di Lamongan, Siswa Belajar di Musala

Sebelumnya diberitakan, sejumlah murid SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, harus belajar di tenda. Mereka terpaksa mengungsi karena ruang kelasnya nyaris roboh.

Pantauan di lokasi, puluhan murid memindahkan meja dan kursi belajar dari ruang kelas tenda darurat yang dipasang sehari sebelumnya. Setelah semuanya tertata rapi, proses belajar mengajar pun dimulai.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.