Rabu, 17 Jun 2026 17:53 WIB

Soal Pupuk Bersubsidi, Petambak di Lamongan Minta Menteri Pertanian Dicopot

Unjuk rasa petambak di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Unjuk rasa petambak di Lamongan.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Ribuan petambak menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah (Pemkab) Lamongan. Ini merupakan aksi ke-3 kalinya. Mereka mendesak pemerintah kembali mengalokasikan pupuk bersubsidi bagi petambak dan meminta agar Menteri Pertanian dicopot.

"Permentan Nomor 10 Tahun 2022 itu (pupuk bersubsidi) untuk kebutuhan perikanan dihapus. Lah, bagaimana nasib petambak Lamongan yang notabene pakai sistem mina-padi. Kami membutuhkan subsidi itu," ungkap Korlap Aksi Yusuf Fadeli, Rabu (24/8/2022).

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Yusuf mengungkapkan, petambak di Kecamatan Babat dibuat kesal saat kunjungan kerja Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Sebab dalam pertemuan yang digelar tidak ada dialog terkait penyelesaian masalah pupuk.

"Mentan itu bertanggung jawab untuk mencantumkan dalam perturan menteri, tapi yang baru tidak ada perikanan. Kunker di Lamongan juga tidak ada menyinggung terkait pupuk," tutut Yusuf.

Aksi petambak akan terus dilakukan. Bahkan mereka mengancam akan melakukan unjuk rasa besar-besaran.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Kami juga meminta keseriusan bupati dan DPRD untuk meneriakkan masalah pupuk ini ke Pak Jokowi. Juga kami meminta menteri yang tidak berpihak kepada petani agar dicopot," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan bahwa gejolak ini dilandasi tidak adanya payung hukum dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyalurkan pupuk bersubsidi. Ia berjanji bakal memperjuangkan aspirasi ke Pemerintah Pusat.

"Semuanya sudah ada, pupuk juga ada, RDKK (rancangan definitif kebutuhan kelompok) juga sudah diminta. Tapi masalahnya payung hukumnya tidak ada. Besok kami diundang rapat bersama Komisi IV DPR RI, akan kami sampaikan," kata Bupati Lamongan.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, RDKK Lamongan sebanyak 24 ribu Ha dan membutuhkan setidaknya 36 ribu ton pupuk.

"Menunggu masalah payung hukum, kami juga sedang berupaya adanya realokasi pupuk dari Provinsi Jawa Timur," ulasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.