Selasa, 16 Jun 2026 21:49 WIB

Miris, Angka Kekerasan Anak dan Perempuan di Sidoarjo Tembus 92 Kasus

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

Sidoarjo - Belum genap setahun, kasus kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Sidoarjo mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bulan Januari sampai Juli tahun 2022 ini, angka kekerasan anak dan perempuan telah mencapai 92 kasus.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo Ainun Amalia.

Baca Juga: Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kediri Latih 120 Kader Pendamping Keluarga

"Jika melihat data tahun 2021 kemarin ada 142 kasus dalam setahunnya. Artinya jika dibandingkan dengan tahun ini yang masih pertengahan tahun saja sudah 92 kasus. Dapat diartikan naik tapi tidak terlalu signifikan," ujar Ainun, Kamis (18/8/2022).

Lebih lanjut, mantan Camat Prambon tersebut menjelaskan bahwa selama ini juga telah ada unit khusus dari pihaknya yakni unit UPT PPA yang secara khusus bertugas untuk menangani hal ini.

"Kita dari Dinas P3AKB juga telah mengupayakan sosialisasi ke tingkat sekolah dan kecamatan. Hal ini kami lakukan selain untuk mengedukasi, juga menekan angka tersebut," imbuhnya.

Masih dikatakan Ainun bahwa ada beberapa hal yang menjadi faktor terjadinya perlakuan kekerasan tersebut dari pelaku sesuai dengan kajian bersama akademisi.

Baca Juga: Terdakwa Anak dalam Kasus Tewasnya Balita di Kediri Divonis 4 Tahun, Ibu Menangis

"Yang pertama faktor yang paling mempengaruhi kekerasan adalah faktor ekonomi. Kedua karena adanya pengaruh konten buruk gadget. Karenanya sosialiasi yang masif itu diperlukan untuk mengedukasi terkait adanya konten yang kurang baik untuk anak-anak kita," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dari keseluruhan kasus kekerasan yang terjadi diantaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, bullying dan kekerasan fisik pada anak.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus saat dikonfirmasi menegaskan pihaknya akan tetap berkomitmen dalam menangani kasus kekerasan anak maupun perempuan yang ada di Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Tidak ada pelaku kekerasan anak yang kita panggil, semuanya kita tangkap. Apalagi sudah ada Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," ujar Oscar.

Tidak hanya itu, saat disinggung soal kasus terbaru yang terjadi di Sidoarjo oleh ayah kandung yang diduga telah mencabuli anaknya sendiri, ia mengatakan bahwa hal tersebut akan jadi proses berikutnya dalam penanganan dari Polres

"Kita masih proses karena masih beberapa hari yang lalu, sesegera mungkin," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.