Kamis, 11 Jun 2026 15:58 WIB

Upacara HUT RI Ke-77, Pengurus DPC PDI Perjuangan Jember Berbaju Adat

DPC PDI Perjuangan Jember menggelar upacara bendera dengan kostum pakaian adat Nusantara.  (Foro: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)
DPC PDI Perjuangan Jember menggelar upacara bendera dengan kostum pakaian adat Nusantara. (Foro: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)

Jember - Memperingati HUT RI ke-77, DPC PDI Perjuangan Jember menggelar upacara bendera dengan kostum pakaian adat Nusantara. Hal ini untuk menunjukan kekayaan alam dan budaya di Indonesia yang sangat beragam.

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember Widarto, upacara bendera hari ini digelar dan seluruh pengurus mengikuti agenda tersebut.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Dalam upacara bendera HUT RI-77 ini para pengurus menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah," kata Widarto, Rabu (17/8/2022).

Ia menjelaskan, tujuan mengenakan pakaian adat ini untuk mencerminkan bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya. Hal ini tentunya sebagai salah satu yang harus dibanggakan dan kekuatan bangsa.

"Karena kita tahu bahwa Indonesia sejatinya bangsa yang plural dan masyarakat yang majemuk, ini sebagai kekuatan kita," tuturnya.

Meskipun ia menyadari bahwa saat ini di tengah gempuran globalisasi dan gempuran budaya asing di Indonesia.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

"Ini harus dirawat dengan kita memakai pakaian ini menumbuhkan semangat untuk merawat kemerdekaan bangsa, dan menjaga kekayaan budaya kita," terangnya

Selain itu, mengutip pernyataan Bung Karno dalam Trisakti bahwa berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

"Karena dengan budaya yang sangat kaya ini bangsa ini akan semakin besar dan kuat," katanya

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

DPC PDI Perjuangan juga melakukan advokasi kepada seniman lokal di Jember untuk bisa terus menjaga dan melestarikan budaya kesenian yang kini dihadapkan dengan perkembangan teknologi.

"Jadi memang kita lakukan advokasi di masyarakat seperti wayang kulit, tarian hingga kesenian lainnya. Karena ini bagian merawat negeri," ujar dia.

Widarto menambahkan, bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang tidak lupa akan perjuangan pahlawan dan terus menjaga tradisi budaya yang ada.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.