Sabtu, 20 Jun 2026 11:41 WIB

Veteran di Kediri Berbagi Cerita Perjuangan Saat Upacara Bersama Warga

Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur saat menjadi inspektur upacara bendera.(Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)
Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur saat menjadi inspektur upacara bendera.(Foto: Yanuar Dedy/Jatimnow.com)

Kediri - Seorang Veteran menjadi inspektur upacara bendera bersama warga di Lingkungan Krajan, Kelurahan Tosaren, Kota Kediri, Rabu (17/8/2022). Dalam amanatnya, Veteran berusia 77 tahun tersebut membagikan cerita perjuangan untuk para generasi muda.

Upacara di halaman Balai Kelurahan Tosaren diikuti seluruh elemen masyarakat di Lingkungan Krajan. Mereka mengenakan pakaian daerah. Inspektur upacaranya adalah seorang Veteran Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur. Ia pernah turut dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1964-1966 di Kalimantan. Pejuang di masa itu dikenal dengan Veteran Pembela Dwikora.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

Dalam amanatnya, Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur membagikan cerita perjuangan, pembentukan Pembela Tanah Air (PETA) sebagai cikal bakal TNI, kemerdekaan, termasuk resolusi jihad Bung Tomo bersama arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945. Cerita itu dihadirkan untuk memberikan semangat kepada generasi muda agar memahami dan melestarikan perjuangan para pahlawan.

“Nilai-nilai kejuangan ini harus dipahami, dimengerti dan dilestarikan generasi muda. Jangan sampai tergerus budaya barat,” kata Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur.

Lebih lanjut, Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur menambahkan, generasi penerus harus bangkit lebih kuat sekuat pahlawan bangsa. Sebab mereka dulu berjuang untuk merdeka dengan berdarah-darah mengorbankan nyawa.

Baca Juga: Belasan Pelajar di Tulungagung Tumbang Saat Mengikuti Upacara

Menariknya meski sudah berusia 77 tahun, Kapten Inf (Purn) Abd Rochim Nur terlihat masih sangat kuat. Dia mampu berdiri lebih dari satu jam selama upacara berlangsung.

Sementara itu, Ketua Panitia Upacara Bendera M Istiajid mengatakan, kegiatan diselenggarakan murni dari ide dan swadaya masyarakat yang ingin menghadirkan semangat baru untuk bangkit. Mereka pun cukup antusias mengikuti upacara dengan khidmat. Termasuk seluruh petugas upacara yang merupakan warga setempat. Mereka dilatih Baninsa selama berminggu-minggu.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

“Idenya dari masyarakat langsung, mereka menginginkan adanya upacara bendera. Setelah 2 tahun adanya pandemi, baru kali ini bisa dilaksanakan kembali,” tandas Istiajid.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.