Rabu, 17 Jun 2026 11:22 WIB

Siswa SMKN 5 Surabaya Tewas Terjatuh dari Pagar Sekolah Dikenal Baik

Petugas melakukan identifikasi korban.
Petugas melakukan identifikasi korban.

jatimnow.com - Korban tewas akibat terjatuh saat memanjat pagar dikenal sebagai anak yang baik dan aktif di sekolahnya. Wira Anggara (17) anak pertama dari Mery dan Ganda ini merupakan siswa kelas 12 SMK Negeri 5 Surabaya.

Menurut keterangan salah satu guru yang mendidik Wira, Ahmad Zufri mengatakan, korban merupakan anak yang baik, aktif di sekolah dan tidak pernah membolos.

Baca Juga: Kecelakaan di Tulungagung, Satu Penumpang Motor Tewas

"Wira ini adalah siswa kelas 11 yang mau naik kelas 12 dan akan menjadi peserta didik saya, saya cukup kaget mendengar kabar ini, ia merupakan anak yang baik di kalangan teman-temannya. Aktif juga di sekolah biasa main futsal dengan teman-temannya," ujar Zufri kepada jatimnow.com, Kamis (19/7/2018).

Baca juga: Siswa SMKN 5 Surabaya Jatuh dari Pagar Sekolah, Tewas

Mendengar kabar meninggalnya Wira, Zufri mengatakan bahwa semua itu sudah kehendak Allah, yang pasti anak ini baik dan aktif di sekolah. Ia menceritakan pada saat kejadian anak ini bermain bola di halaman belakang sekolah.

"Setelah jam istirahat, usai jam sekolah ada tiga siswa yang bermain bola. Pada saat tertentu bola keluar dari pagar, salah satu anak (Wira) berinisiatif mengambil bola dan hanya Allah yang tahu, tahu-tahu kondisinya sudah dalam selokan dan tak sadarkan diri," ujarnya.

Zufri menegaskan, terkait informasi bahwa anak ini membolos saat loncat pagar, itu tidak benar.

Baca Juga: Data Korban Tabrakan Mobil Rombongan Umroh Vs Bus di Duduksampeyan Gresik

"Ini yang membuat saya prihatin, dia itu anak baik. Tidak ada dia akan membolos atau apapun, karena dia dan temannya juga ada pada saat itu, bolanya juga ada. Kami mohon kepada siapapun dia merupakan anak baik dan tidak membolos," tegasnya.

Baca juga: Isak Tangis Warnai Pemakaman Siswa SMKN 5 Surabaya yang Tewas Terjatuh

Atas kecelakaan ini, Zufri mengatakan untuk kedepannya akan melakukan pembenahan agar tidak terjadi masalah seperti ini. "Harapannya kedepan insyaallah dengan pengalaman ini kita akan berbenah agar tidak terjadi masalah seperti ini lagi," tandasnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Duduksampeyan Gresik, 7 Orang Tewas

Sementara itu saudara korban yang tak ingin disebutkan namanya juga mengatakan bahwa Wira merupakan anak yang baik dan sopan kepada siapapun.

"Wira ini anaknya baik, dia aktif main bola sama teman-temannya. Kalau berangkat sekolah pun dia tidak pernah absen untuk mencium tangan kedua orang tuanya, bahkan tantenya juga," ungkapnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Erwin Yohanes

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.