Rabu, 10 Jun 2026 12:27 WIB

Kisah Pasangan Guru Ngaji di Jember, Daftar Haji dengan Uang Berjamur

Pasangan abdi dalem saat berada di Asrama Haji Sukolilo
Pasangan abdi dalem saat berada di Asrama Haji Sukolilo

jatimnow.com - Berbekal keihklasan dalam bersedekah, membuat pasangan abdi dalem pondok pesantren (Ponpes) As Shiddiqiyah Jember ini bisa berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah haji. Cerita pasangan tersebut hingga menjadi Jamaaah Calon Haji (JCH) 2018 menarik untuk dikupas.

Ahmad Fatoni Syafii (76 tahun) dan istrinya, Nasifah Sholihah (66 tahun) adalah seorang abdi dalem di lingkungan Pondok Pesantren yang ada di Jember. Keduanya telah lama memendam cita-cita berhaji.

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Berdasar keterangan Fatoni, kekuatan bersedekah lah yang membuat pasangan tersebut mampu berhaji, meski secara hitungan gaji yang diterima tidak memungkinkan keduanya menyisihkan uang untuk berhaji.

Bersedekah secara rutin kepada yatim-piatu dan janda, membuat pasangan suami istri Ahmad Fatoni Syafii dan Nasifah Sholihah itu menuai rezeki secara tak terduga.

Meski ia bersama istrinya tinggal di rumah kecil yang disediakan oleh ponpes As Shiddiqiyah, namun tak menyurutkan niat bersedekah. Sejak muda keseharian Ahmad Fatoni dan istrinya bekerja sebagai guru ngaji dari rumah ke rumah warga yang membutuhkan jasanya.

Dalam mengamalkan ilmu agamanya, Fatoni tidak pernah menentukan tarif atas jasanya sebagai guru ngaji. Begitu juga dengan istrinya yang aktifitas kesehariannya menjadi guru Taman Kanak Kanak (TK) di yayasan pondok pesantren tempat ia mengabdi.

Penghasilan yang kecil dan tidak menentu tak menyurutkan semangat bapak 6 anak ini untuk bersedekah. Fathoni mengaku mempunyai agenda rutin untuk memberikan sedekah pada janda dan anak yatim setiap tiga bulan sekali.

Meski rutin, Ahmad Fatoni enggan mengakui berapa rupiah yang ia keluarkan untuk setiap kali ia sedekah. Ia hanya ingat, sekali bersedekah sekitar 80 amplop.

"ya ga saya hitung, jadi setiap punya uang saya masukkan amplop ngumpul sampe 80 amplop. kalo ngitung lansung, ya jantungen saya, pusing," tutur Ahmad Fathoni, saat ditemui di Hall Aminah Asrama haji Sukolilo Surabaya, Kamis (19/7/2018).

Selain itu, ia juga biasa membantu anak-anak kurang mampu mulai memberi seragam, membayar biaya pendaftaran serta melengkapi kekurangan biaya sekolah anak-anak yang membutuhkan agar bisa mendapatkan ijazahnya.

Terkadang iapun meminjamkan uang pada orang ataupun temannya yang sedang membutuhkan, Saat meminjamkan itu pula, ia tanpa mengharap uang tersebut dikembalikan. Tak tanggung-tanggung uang yang dipinjamkannya bila dihitung  jumlahnya mencapai Rp 35 juta.

Keinginannya berhaji berawal ketika ia bertanya pada putra kyai nya tentang biaya haji delapan tahun lalu.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

"Gus, saya ingin haji. Tapi kalau kegiatan saya bisa menjadi putus karena untuk biaya haji, maka lebih baik saya tidak jadi berhaji," tanyanya pada putra kyainya.

Putra kyai nya pun menyarankan agar ia daftar haji dulu lantas menunggu jawaban Allah.

"Allah pasti akan memberian jawaban, baik atau buruk," jawab gus putra kyai

Ia pun lantas pulang ke rumah dan mengajak istrinya masuk kamar. Ahmad Fatoni menyodorkan 2 buku tebal dan meminta istrinya menghitung uang yang ia selipkan pada buku tersebut. Ditemani anaknya, Nasifah menghitung uang tersebut dan terkumpul sejumlah lima puluh juta rupiah.

"Uangnya sudah banyak yang jamuran mbak," ujar Nasifah saat ditemui saat pendapatan data dan didampingi suaminya itu.

Ahmad Fatoni pun menyerahkan uang tersebut pada istrinya untuk biaya daftar haji berdua.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Baginya, rejeki itu datang dari Alloh dan tidak terduga. Karenanya, lelaki yang hampir buta ini berprinsip untuk selalu bersedekah. Ia ibaratkan sedekah seperti memancing dengan kail.

"Dengan sedekah, rejeki datang tak terduga, berlipat lipat, kadang datangnya bersalipan," tuturnya.

Untuk menutup biaya hajipun, ia juga mendapatkan dari rejeki yang tidak terduga.

"Waktu itu saya ngasih uang lima puluh ribu pada anak yatim. tidak lama setelah itu, ada orang yang minta saya datang ke rumahnya, saya dikasih amplop berisi lima belas juta rupiah, alhamdulillah bisa buat menutup biaya haji," pungkasnya.

Reporter: Fahrizal Tito
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.