Kamis, 11 Jun 2026 17:09 WIB

Perahu Nelayan Terbalik di Jember: 5 Orang Tewas, 7 Hilang

  • Penulis :
  • | Kamis, 19 Jul 2018 14:12 WIB
 Perahu terbalik yang sempat direkam oleh warga sekitar perairan di Jember
Perahu terbalik yang sempat direkam oleh warga sekitar perairan di Jember

jatimnow.com - Sebuah perahu penangkap ikan dihantam ombak di wilayah perairan Plawangan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (19/7/2018). Tercatat lima orang anak buah kapal (ABK) tewas dan tujuh dinyatakan hilang.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, perahu payang yang terhantam ombak tersebut bernama Joko Berek. Saat melaut, kapal diisi oleh 21 penumpang.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

"Sebuah perahu payang 'Joko Berek' dengan 21 penumpang yang dinakhodai oleh Dirman saat pulang melaut dihantam ombak besar di perairan Plawangan Puger, pada Kamis pukul 08.15 WIB," kata Kusworo.

Hantaman ombak besar membuat perahu tradisional tersebut terbalik dan karam. Sebagian ABK menyelamatkan diri, namun ada yang tidak bisa berenang dan tenggelam diterjang ombak.

Informasi sementara menyebutkan sebanyak lima ABK meninggal dunia, tujuh orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan, dan sembilan orang berhasil selamat dari ganasnya ombak laut selatan yang menyebabkan perahu payang tersebut karam.

Para ABK yang meninggal dunia yakni Cecep (45) warga Desa Puger Kulon-Kecamatan Puger, Soim (50) Warga Desa Balung-Kecamatan Balung, Hasan (50) warga Kecamatan Balung, Hadi (21) warga Desa Puger Kulon-Kecamata Puger, dan Ulum (35) warga Desa Puger Wetan-Kecamatan Puger.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Sedangkan nakhoda kapal bernama Dirman yang merupakan warga Desa Puger Kulon bersama delapan ABK lainnya berhasil selamat, namun tujuh orang lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Para ABK yang hilang yakni Kowi (55) warga Desa Puger Kulon, Munaji (45) warga Desa Puger Kulon, Safik (65) warga Desa Puger Kulon, Budi (47) warga Desa Mojosari, Kosim, Sueb, dan satu orang masih belum diketahui identitasnya.

"Satpolair Polres Jember bersama tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap ABK yang masih hilang di perairan Plawangan Puger," katanya.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Langkah-langkah yang dilakukan yakni menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara, dan membuat parameter aman, sehingga tidak ada korban susulan, dan melaksanakan pencarian korban hilang, serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

Banyak perahu nelayan yang sering terbalik dihantam ombak di sekitar Plawangan Puger karena pemecah ombak di sekitar kawasan itu rusak dan tidak sedikit perahu nelayan hancur diterjang ombak laut selatan tersebut saat perjalanan pulang dari melaut.

Reporter: Irul Hamdani,  Antara
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.