Kamis, 18 Jun 2026 01:56 WIB

Demi Layani Warga, Petugas Dispendukcapil Banyuwangi Camping di Kawasan Hutan

  • Penulis :
  • | Rabu, 10 Agu 2022 09:36 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau layanan Camping Embun.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau layanan Camping Embun.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Letak geografis dan teknologi yang kurang terjangkau, menjadi salah satu penyebab masyarakat enggan mengurus administrasi kependudukan (adminduk). Seperti terjadi di kawasan hutan dan perkebunan di Banyuwangi.

Jauhnya akses menuju pusat pelayanan menjadi salah alasan masyarakat enggan mengurus atau memperbarui adminduk. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memang telah memiliki inovasi digitalisasi dalam kepengurusan adminduk. Namun bagi warga di kawasan hutan dan perkebunan, solusi tersebut sulit dilakukan karena keterbatasan teknologi komunikasi.

Baca Juga: Pemkab Lamongan Luncurkan Mantanku: Manten Anyar Entuk Telu

Dari masalah tersebut, Pemkab Banyuwangi mendekatkan layanan adminduk dengan Festival Camping Embun di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kalibaru Kulon. Daerah itu merupakan kawasan Perkebunan Jatirono, PT Perkebunan Nasional (PTPN) XII.

Desa Kajarharojo terletak sekitar 15 kilometer dari kantor Kecamatan Kalibaru yang merupakan kecamatan paling Selatan Banyuwangi. Menuju ke sana harus melewati jalan menanjak dengan kontur jalan berbatu (makadam) sekitar 10 kilometer dari jalan utama. Para petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) menginap di kawasan tersebut untuk memberikan layanan adminduk.

"Saya bersyukur ada layanan ini. Terima kasih sudah membuka layanan di dusun kami. Sangat membantu sekali dan menghemat waktu," kata Diah (40), warga Desa Kajarharjo dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (10/8/2022).

Perempuan yang bekerja di perkebunan itu mengatakan, biasanya apabila hendak mengurus adminduk harus meminta libur atau cuti bekerja.

"Seperti saat saya mengurus perubahan akta kelahiran keponakan. Saya harus minta libur karena bukanya kantor kan hari kerja. Belum lagi jaraknya jauh, jadi butuh seharian," kata Diah.

Hal yang sama dilontarkan Nurhasanah (37). Ia mengurus akta kelahiran suami.

"Suami saya harus bekerja, jadi saya yang ngurus. Alhamdulilah ada program ini, jadi mengurusnya dekat," kata Nurhasanah.

Belum lagi ketidakahuan masyarakat terkait proses pengurusan adminduk. Di Desa Kajarharjo, banyak yang tidak memperbaharui adminduk karena ketidaktahuan mereka.

Baca Juga: Pemenang Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Ternyata Jebeng Banyuwangi 2019

Seperti nenek Duma (63) yang memiliki KTP masih berbentuk seperti tahun 1990-an (berwarna putih) bukan KTP elektronik.

"Saya tidak tahu kalau harus buat KTP baru. Karena itu mumpung di sini jadi saya mengurusnya," kata Duma.

Banyak pula permasalahan adminduk lainnya. Antara lain warga pendatang yang tidak mengetahui alur kepengurusannya sehingga enggan untuk mengurus.

"Di kawasan yang geografis dan teknologinya tidak terjangkau seperti permukiman di kawasan hutan dan perkebunan memang banyak ditemukan persoalan-persoalan adminduk. Karena itu kami mendekatkan layanan, dengan datang langsung ke kawasan-kawasan tersebut," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

"Saya ucapkan terima kasih pada petugas Dispendukcapil, yang harus camping dan menginap untuk memberikan layanan. Semoga ini menjadi amal ibadah Anda," kata Ipuk.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dibuka Juli 2025, Ini Persiapannya

Kepala Dispendukcapil Juang Pribadi menambahkan, hingga Selasa siang telah 87 persen dokumen adminduk yang berhasil terselesaikan dari total target sekitar 650 orang. Kurang 13 persen dokumen atau sekitar 105 orang, karena harus melalui proses yang lebih sulit.

"Seperti warga pendatang yang melakukan perubahan dokumen, tapi belum mengurus ke daerah asalnya. Kami mencoba untuk komunikasi dengan pemerintah daerah asal yang bersangkutan untuk menarik berkas. Kami upayakan untuk selesai hari ini. Dari semalam kami menginap untuk mempersiapkan sarana dan prasarana. Mulai pagi tadi kami membuka layanan hingga besok," tambah Juang.

Belum lagi kasus-kasus sulit yang membutuhkan waktu cukup lama. Seperti warga yang mengurus akta cerai, namun tidak memiliki surat keputusan dari persidangan.

Camping Embun tak hanya melayani pengurusuan dokumen adminduk mulai pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, akta keluarga, dan perubahan dokumen lainnya. Terdapat pula layanan sidang Isbat bekerja sama dengan Pengadilan Agama.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.