Senin, 15 Jun 2026 21:00 WIB

Praktik Percaloan PPPK di Ponorogo, Beredar Surat Palsu BKPSDM

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 09 Agu 2022 14:59 WIB
Kepala BKPSDM Ponorogo Andi Susetyo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Kepala BKPSDM Ponorogo Andi Susetyo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Bola panas perihal praktik percaloan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terus menggelinding. Fakta demi fakta terkuak ke permukaan publik.

Terbaru adanya surat abal-abal ditandatangani kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ponorogo. Surat itu juga dikirim menggunakan kop sekaligus label BKPSDM.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Korban menerima surat abal-abal yang dibuat oknum tersebut," ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Ponorogo, Andi Susetyo, Selasa (9/8/2022) kepada media.

Walaupun ada pemalsuan tanda tangan dan kop surat sekaligus label, dia menjamin pemalsu tanda tangan dan surat itu bukanlah orang dalam BKPSDM. Kendati demikian, Andi belum mengetahui pasti instansi ASN itu bekerja.

"Dari surat kami telusuri, yang tanda tangan bukan saya. Saya jamin bukan pegawai BKPSDM,” kata Andi.

Dugaannya, kata dia, mengarah ke transaksi. Oknum menggunakan surat untuk menarik ijazah sebagai jaminan pembayaran.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

"Surat itu dibuat seolah resmi. Bahwa ada penarikan ijazah. Ijazah asli korban itu digunakan sebagai jaminan,” beber mantan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan).

Pihaknya bakal menindaklanjuti seluruh informasi dan temuan barang bukti yang didapatnya. Hal itu sesuai perintah Bupati dan Sekda.

"Pak Bupati dan Pak Sekda kami tindaklanjuti laporan yang masuk. Kami mulai dari korban, kami mohon waktu,” pungkasnya.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Sebelumnya, seleksi PPPK 2022 dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi. Seperti terjadi di Kabupaten Ponorogo. Sejumlah pegawai dan guru honorer dikabarkan tertipu janji manis oknum calo yang mengaku bisa membantu meloloskan seleksi PPPK.

Informasi yang dihimpun, jaringan calo itu telah beraksi sejak Agustus 2021 lalu. Mereka menjanjikan dapat meloloskan seleksi PPPK 2021. Syaratnya, korban harus membayar uang yang besarnya sekitar Rp60-70 juta guna memuluskan PPPK.

Oknum itu lantas mengirim surat itu untuk menyandera ijazah asli sampai korban melunasi pembayaran. Setelah melunasi barulah ijazah asli diserahkan kembali.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.