Rabu, 17 Jun 2026 18:57 WIB

Pemerintah Siapkan TNI-Polri Dampingi CJH Berisiko Tinggi

  • Penulis :
  • | Rabu, 18 Jul 2018 20:22 WIB
Foto: Dok. jatimnow.com
Foto: Dok. jatimnow.com

jatimnow.com - Pemerintah Indonesia mulai 2018 ini memfasilitasi tenaga terampil dari kalangan TNI Angkatan Darat dan Kepolisian guna memberikan pendampingan kepada calon jemaah haji (CJH) berisiko tinggi, saat menjalani ibadah yang bersifat menguras banyak stamina selama di Arab Saudi.

"Petugas terampil itu tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi. Ada kebijakan tahun ini bahwa pemerintah kita menyediakan layanan khusus bagi jemaah yang mengalami kesulitan," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat, Buchori di Bekasi, Rabu (18/7/2018).

Baca Juga: Armuji Ditunjuk Jadi Wali Kota Surabaya Sementara

Aparat tersebut disiagakan pemerintah Indonesia di sejumlah lokasi tahapan ibadah haji, di antaranya di Masjidil Haram dan di kawasan Mina yang menjadi lokasi lempar jumroh serta di lokasi ibadah sa'i di Safa-Marwah.

Meski tidak merinci berapa jumlah aparat yang dilibatkan sebagai tenaga terampil di Arab Saudi, namun Buchori memastikan setiap kelompok CJH akan memperoleh satu hingga dua petugas terampil yang siap setiap saat membantu.

Sejumlah lokasi tersebut dinilai sebagai tempat yang akan menguras banyak stamina CJH selama menjalankan ibadah, sehingga pihaknya merasa perlu memberikan pendampingan khusus kepada CJH yang berkategori berisiko tinggi.

"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan deteksi dini sebagai syarat mampu atau tidaknya CJH menjalani ibadah haji," ujarnya.

"Ada juga CJH dengan risiko tinggi karena pengaruh gangguan kesehatan seperti darah tinggi, penyakit bawaan hingga usia lanjut," tambahnya.

Baca Juga: Menabung 14 Tahun, Komentator Sepak Bola Tarkam Asal Jember Berangkat Haji

Terhadap kategori calhaj berisiko tinggi, kata dia, Pemerintah Indonesia bersama Arab Saudi telah bekerja sama menempatkan para petugas terampil untuk melakukan pendampingan ibadah.

"Saat melontar jumroh di sana tidak ada alat bantu, dibutuhkan orang terampil yang bisa membantu jemaah yang kesulitan. Saat jumroh akrobah, tidak ada cara lain harus digendong untuk cari dorongan, mereka akan ada di lantai atas," lanjutnya.

Selain memfasilitasi tenaga terampil, pihaknya juga membekali tikar khusus bagi CJH sebagai alas saat memerlukan istirahat selama perjalanan ibadah.

"Tikar ini yang menyediakan adalah pemerintah daerah masing-masing. Manfaatnya, pas jemaah melakukan perjalanan dari Arafah-Musdalifah-Mina, pasti butuh tempat beristirahat," katanya.

Baca Juga: Mas Dhito Beri Kursi Roda untuk Mbah Marsiyah, Jamaah Haji Tertua Usia 104 Tahun

Sumber: Antara
Editor: Erwin Yohanes

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.