Jumat, 19 Jun 2026 19:55 WIB

Keren! Gang Sempit di Banyuwangi Disulap Jadi Pusat Oleh-oleh

  • Penulis :
  • | Sabtu, 06 Agu 2022 14:18 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat di Kampung Mandar.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat di Kampung Mandar.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Jajanan khas Banyuwangi tak hanya ditemukan di toko ataupun pusat oleh-oleh. Namun kini juga bisa ditemukan di salah satu gang sempit di Banyuwangi yang dikelola sejumlah anak muda.

Di Banyuwangi, gang sempit disulap menjadi pusat oleh-oleh. Namanya Gang Remaja yang terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Kota Banyuwangi. Gang yang tak lebih dari 2 meter itu dipenuhi dengan jajanan dan oleh-oleh khas Banyuwangi.

Baca Juga: Pemenang Puteri Indonesia 2025 Firsta Yufi Ternyata Jebeng Banyuwangi 2019

Kampung Mandar yang banyak dihuni nelayan, kini dikenal sebagai salah satu sentra kawasan kuliner seafood di pusat kota. Tak hanya olahan ikan laut, kawasan ini juga dikenal dengan jajanan tahu walik dengan petisnya yang khas.

Sebanyak 25 pelaku industri kreatif dan UMKM menggelar lapak dagangannya di teras rumahnya. Berbagai macam oleh-oleh seperti camilan khas Banyuwangi, kopi, hingga olahan ikan pun ada di pusat belanja oleh-oleh Kampung Mandar.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Mandar Hilman Syah Anwar mengatakan, ide awal membuat pusat oleh-oleh berbasis masyarakat ini bertujuan untuk memajukan perekonomian di Kampung Mandar.

"Tujuan utama membuat oleh-oleh di Kampung Mandar adalah meningkatkan perekonomian warga. Ibu-ibu warga sini kalau pukul 01.00 WIB sampai 06.00 WIB berjualan ikan di pasar Banyuwangi. Sore harinya dimanfaatkan untuk berjualan di rumah masing-masing hingga malam hari," ujar Hilman, Sabtu (6/8/2022).

Bekerja sama dengan Asosiasi Kuliner, Kaus, Kerajinan, Aksesoris, dan Batik (AKRAB) Banyuwangi, Hilman mengaku sangat terbantu. Pasalnya, warga sekitar yang berjualan tidak perlu repot-repot lagi dalam membuat produk yang harus mereka jual.

"Untuk saat ini, AKRAB Banyuwangi sangat membantu warga sekitar dalam hal supplay produk. Harapan kedepan tetap ada produk asli Kampung Mandar yang bisa dipasarkan." imbuh Hilman.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dibuka Juli 2025, Ini Persiapannya

Hilman mengaku target terbesar pengunjung pusat oleh-oleh Kampung Mandar adalah pengunjung yang berada di Mandar Fish Market.

"Pengunjung Mandar Fish Market yang sedang berbelanja, dapat kami arahkan untuk mengunjungi pusat oleh-oleh Kampung Mandar yang terletak di sisi Selatan pasar ikan. Selain menghilangkan rasa bosan saat menunggu ikan diolah, juga berharap perputaran ekonomi warga sekitar meningkat," ungkap Hilman.

Nantinya, pusat oleh-oleh di Kampung Mandar ditargetkan menjamah 200 rumah yang akan menawarkan berbagai oleh-oleh khas Banyuwangi. Warga sangat yakin dampak ekonomi secara langsung dapat dirasakan.

"Kami yakin nantinya masyarakat bisa mendapatkan rezeki dari depan rumahnya sendiri," pungkasnya.

Baca Juga: Bupati Ipuk Ajak Ikawangi Perkuat Soliditas Membangun Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pun menyempatkan diri meninjau pusat oleh-oleh Kampung Mandar. Dia mengapresiasi langkah Pokdarwis dalam melakukan perbaikan perekonomian warga.

"Tentu ini akan menjadi tempat pusat ekonomi baru bagi masyarakat Kampung Mandar. Bisa berjualan langsung di depan rumah," jelas Ipuk.

Ia berpesan kepada warga sekitar untuk dapat menjaga kebersihan. Adanya pusat oleh-oleh di sepanjang gang merupakan inovasi baru untuk mendukung adanya destinasi kuliner Fish Market di Banyuwangi.

"Saya sudah lama tidak berkunjung ke Mandar Fish Market, ternyata makin terjaga. Modal utama dari destinasi wisata adalah kebersihan. Jadi saya harap warga sekitar yang berjualan di sini dapat menjaga kebersihannya. Orang berwisata tujuan utamanya adalah mengabadikan momen, lalu nomor duanya berbelanja," pungkas Bupati Ipuk.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.