Rabu, 17 Jun 2026 18:14 WIB

Bupati Trenggalek Kukuhkan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengukuhkan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak.(Foto: Humas Pemkab Tulungagung)
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat mengukuhkan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak.(Foto: Humas Pemkab Tulungagung)

Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin mengukuhkan Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak. Pembentukan satgas merupakan respons atas terus meningkatnya kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak. Sejak 2020, angkanya cenderung mengalami peningkatan setiap tahun. Untuk itu, pembentukan satgas dirasa sangat diperlukan.

Dalam sambutannya, Mas Ipin mengatakan bahwa pengukuhan satgas merupakan satu langkah untuk memperkuat posisi dalam mewujudkan Trenggalek sebagai kabupaten yang ramah perempuan dan anak. Dengan banyaknya pengungkapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, bukan berarti semakin lama terjadi degradasi moral. Tetapi mungkin karena literasi maupun akses informasi yang semakin baik, sehingga banyak yang berani speak up dan terbuka akan apa yang mereka rasakan.

Baca Juga: Wabup Syah Serahkan Sapi Kurban Prabowo di Trenggalek, Dibeli dari Pogalan

"Tentu ini menjadi PR untuk kami semua bagaimana menciptakan situasi yang aman, kondusif untuk semua. Jadi seluruh lapisan masyarakat di seluruh tempat kami harus memastikan bahwa Trenggalek adalah kabupaten yang ramah, yang melindungi, yang menjaga keamanan dan kehormatan bagi perempuan dan anak," ujarnya, Jumat (05/08/2022).

Kabupaten Trenggalek dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang baik dalam hal implementasi dan komitmen sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal itu ditunjukkan dengan diraihnya penghargaan KLA kategori Nindya dari Kementerian PPPA RI.

Baca Juga: Bupati Trenggalek Harap Koperasi Merah Putih Berjalan Sesuai Harapan Prabowo

"Tentunya predikat itu harus dibuktikan juga dengan kolaborasi semua pihak dan kami berharap tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat ini menjadi penyampai pesan khususnya untuk hal-hal seperti bagaimana nol perkawinan anak bisa didorong," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino menegaskan bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk menghapus segala bentuk penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat manusia serta diskriminasi terhadap perempuan dan anak.

Baca Juga: Gema Takbir di Trenggalek, Bupati Ajak Warga Membaca Sayyidul Istigfar

"Sehingga Polri ikut serta dalam perlindungan perempuan dan anak melalui penegakan hukum yang preventif, responsibiltas dan transparansi berkeadilan," pungkasnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.