Senin, 22 Jun 2026 16:27 WIB

Dalang Penembakan Juragan Rongsokan di Sidoarjo Dikabarkan Tertangkap, Faktanya?

Jo, orang yang disuruh oleh E untuk menembak juragan rongsokan di Sidoarjo saat diamankan polisi (Foto: Dok. Zainul Fajar/jatimnow.co)
Jo, orang yang disuruh oleh E untuk menembak juragan rongsokan di Sidoarjo saat diamankan polisi (Foto: Dok. Zainul Fajar/jatimnow.co)

Sidoarjo - Dalang kasus penembakan terhadap Moh Sabar (37), juragan rongsokan di Candi, Sidoarjo hingga tewas dikabarkan tertangkap.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono menyebut bahwa hingga hari ini, pelaku E masih diburu oleh tim satreskrim.

Baca Juga: Hilang Kendali, Dua Pemotor Asal Nganjuk Tewas Terjun ke Waduk Kalimati Sidoarjo

"Masih lidik, mas. Pelaku masih belum tertangkap," jelas Tri Novi, Jumat (5/8/2022).

Diketahui, E adalah orang yang menyusuh Jo dengan iming-iming upah Rp100 juta. Jo diperintah oleh E untuk membunuh Sabar, hingga terjadi penembakan sekitar pukul 20.00 WIB (Rabu, 29/6/2022).

Jo akhirnya ditangkap oleh Tim Jatanras Polda Jatim bersama Satreskrim Polresta Sidoarjo saat bersembunyi di Sokobanah, Sampang, Madura.

Dalam pemeriksaan terungkap bahwa E menyuruh Jo membunuh Sabar, lantaran sakit hati karena asmara. Setelah Jo ditangkap, E diketahui kabur dan hingga kini masih belum tertangkap.

Kabar tertangkapnya E membuat Wiwin Winarsih, istri Sabar mendatangi Polresta Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Baca Juga: APL Resmikan PLTS Atap di Sidoarjo, Pangkas Emisi 264 Ton per Tahun

Wiwin menyebut bahwa selain untuk memastikan perkembangan kasus itu tetap dilanjutkan, ia juga mengonfirmasi terkait kebenaran kabar tertangkapnya Eko itu.

"Pas saya tanyakan ke Polresta (Sidoarjo), katanya saya disuruh sabar dulu. Berkasnya memang sudah lengkap, tapi Eko (E) masih belum ditangkap. Saya sendiri awalnya dapat info Eko ini ditangkap di Lumajang," papar Wiwin saat dikonfirmasi jatimnow.com.

Wiwin sempat mendengar dari tetangganya jika polisi telah menggerebek kediaman E. Namun, E sempat lolos dalam penggerebekan itu hingga beredar kabar Eko ditangkap di Lumajang.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

"Pas digerebek itu dari depan polisi masuk, dari belakang rumah juga ada polisi. Katanya Eko ini sempat sembunyi di kandang sapi tetangganya terus hilang," paparnya.

Dia berharap polisi bisa segera menangkap E yang menjadi dalang penembakan, hingga menyebabkan suaminya meninggal. Sebab menurutnya, tuduhan perihal asmara yang disangkakan E pada suaminya, tidak terbukti.

"Dulu itu suami saya perangkat desa di Pasuruan. Mereka memang ada hubungan saudara. Pas Eko dipenjara, istrinya ini memang deketin suami saya dalam beberapa pengurusan administrasi. Jadi tuduhan itu gak terbukti. Saya harap polisi segera menangkap Eko dan menghukum dia seberat-beratnya," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.