Senin, 15 Jun 2026 07:58 WIB

Gegara Muhaimin, Warga Nahdliyin Sidoarjo Dilarang Gunakan Atribut NU, Lho?

Lambang Nahdlatul Ulama.
Lambang Nahdlatul Ulama.

Sidoarjo - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo mengeluarkan instruksi agar warga Nahdliyin tidak menggunakan atribut NU dalam kegiatan politik.

Surat tersebut turun sehari menjelang Kampanye Akbar bertajuk Festival Gus Muhaimin The Next 2024 yang rencanannya dilaksanakan di kawasan GOR Sidoarjo Sabtu (6/8/2022) besok.

Baca Juga: Legislator PKB Salurkan Ratusan Hewan Kurban di Jember dan Lumajang

Berdasar surat edaran tersebut, larangan untuk tak menggunakan atribut NU di kegiatan politik bagi semua kader dipertegas oleh PC Banom dan MWCNU se Kabupaten Sidoarjo sesuai dengan arahan PBNU.

"Sesuai dengan arahan PBNU yang telah ditindaklanjuti dengan pengurus PCNU Sidoarjo, bersama pengurus Banom NU dan MWCNU secabang Sidoarjo, menginstruksikan kepada semua pengurus dan kader untuk tidak menggunakan nama dan atribut NU dalam kegiatan politik," bunyi surat edaran tersebut.

Surat instruksi PCNU Sidoarjo.Surat instruksi PCNU Sidoarjo.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Ketua PCNU Sidoarjo, KH Zainal Abidin saat dikonfirmasi juga membenarkan atas surat larangan penggunaan atribut NU dalam kegiatan politik.

"Saya kira dalam surat tersebut sudah cukup untuk dipahami," katanya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (5/8/2022).

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Hal itu juga dipertegas Ketua DPC PKB Sidoarjo, H. Subandi. Ia mengatakan NU bukan organisasi politik praktis dan tidak boleh digunakan atau dimanfaatkan untuk alat politik.

"Iya, NU nggak boleh dibuat alat politik. Alat politik NU yang PKB khittahnya PKB NU," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.