Kamis, 18 Jun 2026 11:53 WIB

BPBD Petakan Kekeringan di Ponorogo, 2 Desa Ini Langganan Krisis Air Bersih

Rapat koordinasi pemetaan kekeringan di Kabupaten Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Rapat koordinasi pemetaan kekeringan di Kabupaten Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Pasalnya di Bumi Reog telah masuk musim kemarau.

"Prediksi kami ada 2 desa (mengalami kekeringan). Desa Duri di Kecamatan Slahung dan Desa Duren Kecamatan Mlarak," ujar Kepala Pelaksana BPBD, Jamus Kunto, Kamis (4/8/2022). 

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Namun, sampai saat ini belum ada permintaan suplai air bersih. Untuk prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Jawa Timur mengalami puncak kemarau pada bulan ini. 

"Dimungkinkan puncak kekeringan bakal terjadi bulan depan," kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP). 

Dia mengklaim bahwa telah menyiapkan air bersih sebanyak tiga tangki dengan kapasitas 5.000 dan 6.000 liter. Hal itu merupakan bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada permintaan. 

"Kami juga berkoordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk persediaan air bersihnya, " terang Jamus. 

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Menurutnya, dari tahun ke tahun yang paling awal meminta air bersih biasanya adalah Desa Duri. Dia menjelaskan bahwa  kontur tanah dan topografi wilayah itu sulit menyimpan air dan sumbernya sangat dalam. Selain itu, wilayah itu berada di perbukitan sehingga kebutuhan air sulit terpenuhi. 

Meskipun begitu tahun lalu Pemkab sudah mewacanakan untuk membuat sumur dalam. Namun, untuk membuatnya harus keluar dari wilayah Desa Duri. Namun, Jamus menyebut bakal mengusahakan untuk alternatif lainnya. 

''Kami tetap akan membuat mekanisme agar desa itu bisa tersuplai air bersih,'' ungkapnya. 

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Dari data yang ada tahun 2017 masih ada 9 Dssa yang didroping air bersih. Kebutuhan air bersih masing-masing desa itu tidak hanya sekali dalam seminggu. Bisa sampai dua atau tiga kali. 

Setelah itu, pada tahun 2018 sampai 2020 stagnan di angka enam desa yang harus disuplai air bersih. Baru pada tahun lalu, desa yang kekeringan berkurang dan hanya ada sekitar dua sampai tiga desa saja. 

''Ini merupakan keberhasilan Pemkab untuk penyediaan air bersih,'' pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.