Kamis, 18 Jun 2026 02:53 WIB

Hilang 4 Hari, Ibu Asal Sampang Ditemukan Tewas di Sumur Sedalam 25 Meter

Tim BPBD dibantu TNI, polisi dan masyarakat melakukan evakuasi korban yang berada di dasar sumur di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Selasa (02/08/2022) malam.(Foto: BPBD for jatimnow.com)
Tim BPBD dibantu TNI, polisi dan masyarakat melakukan evakuasi korban yang berada di dasar sumur di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Selasa (02/08/2022) malam.(Foto: BPBD for jatimnow.com)

Sampang - Seorang ibu bernama Pusiya, warga Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, ditemukan tewas di dalam sumur, Selasa (02/08/2022) malam. Sebelumnya, perempuan berusia 54 tahun itu dikabarkan hilang selama empat hari.

Bahkan, pihak keluarga sempat menyebarkan informasi kehilangan di sejumlah media sosial. Namun selama tiga hari tidak membuahkan hasil. Akhirnya pada hari keempat, Pusiya ditemukan pihak keluarga di dalam sumur.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni mengungkapkan, korban dikabarkan hilang sejak Sabtu (30/7/2022) lalu. Namun baru ditemukan Selasa malam dan langsung dievakuasi.

"Awalnya korban dikabarkan meninggalkan rumah. Namun tadi malam kami mendapat informasi jika korban sudah meninggal di dalam sumur," katanya, Rabu (03/08/2022).

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Sebelumnya pihak keluarga sudah mencari ke sejumlah tempat. Termasuk dibantu masyarakat setempat. Namun tidak membuahkan hasil.

Asroni menjelaskan, proses evakuasi sempat terkendala. Selain malam hari, juga akibat sumur yang cukup dalam. Namun tim yang diterjunkan BPBD berhasil mengevakuasi dengan baik.

Baca Juga: Mayat Bersimbah Darah Ditemukan di Simokerto Surabaya, Polisi: Kaitan Asmara

"Evakuasi korban dibantu dengan sejumlah pihak. Mulai dari PMI, polisi, TNI, pegawai kecamatan dan masyarakat setempat, " katanya.

Jasad korban berada di dasar sumur. Sehingga saat evakuasi memakan waktu cukup lama. Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Jenazah korban sempat diperiksa tim medis dari PKM Desa Bunten Barat. Hasilnya, tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Jadi langsung dibawa ke rumah duka.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.