Senin, 15 Jun 2026 08:51 WIB

PT Semen Padang Lepas 7.000 Ekor Ikan Bilih ke Danau Singkarak Sumbar

  • Penulis :
  • | Selasa, 02 Agu 2022 12:11 WIB
Direktur Utama SIG Donny Arsal (berkacamata) melepas ikan bilih di Danau SIngkarak, Sumatra Barat, Sabtu (30/7).(Foto: Dok. Humas SIG)
Direktur Utama SIG Donny Arsal (berkacamata) melepas ikan bilih di Danau SIngkarak, Sumatra Barat, Sabtu (30/7).(Foto: Dok. Humas SIG)

Jakarta - PT Semen Padang yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melepas 7.000 ikan bilih ke habitat aslinya di Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumber). Ikan-ikan tersebut merupakan hasil budi daya di area konservasi Kehati PT Semen Padang.

Pelepasan ikan bilih dilakukan dua kali. Sebanyak 4.000 ekor telah dilepaskan pada Maret 2022, dan 3.000 ekor ikan bilih dilepaskan pada Sabtu (30/7/2022). Pelepasan ikan bilih pada Sabtu, dilakukan Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldy bersama Direktur Utama SIG Donny Arsal, Direktur Operasi SIG Yosviandri, Direktur Bisnis dan Pemasaran SIG Aulia Mulki Oemar, Komisaris PT Semen Padang Werry Darta Taifur dan Direktur Utama PT Semen Padang Khairul Jasmi. Turut hadir pula Rektor Universitas Bung Hatta Tafdil Husni Asri Mukhtar.

Baca Juga: Proyek Rp1,4 T SIG Tuntas, Kapasitas Ekspor Tembus 1 Juta Ton

Ikan bilih merupakan satwa endemik khas Danau Singkarak yang terancam punah. Populasinya saat ini sangat terbatas akibat eksplorasi besar-besaran menggunakan metode yang merugikan masyarakat.

PT Semen Padang menjadi yang pertama berhasil mengembangbiakkan di luar habitat asli ikan bilih dengan menggunakan beberapa teknologi. Yakni, alami, semi alami dan buatan. Pengembangbiakan dilakukan di laboratorium penelitian di area D1 PT Semen Padang.

Direktur Utama SIG Donny Arsal mengatakan, ikan bilih merupakan hasil konservasi yang dilakukan PT Semen Padang bekerja sama dengan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta (UBH). Lokasi konservasinya di Area Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) milik PT Semen Padang sejak Juli 2018.

“Konservasi ikan bilih ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. Khususnya ikan bilih Danau Singkarak jenis Mystacoleucus Padangensis dan satu-satunya di dunia yang terancam punah akibat ekploitasi,” kata Donny Arsal.

Konservasi yang dilakukan cukup efektif dalam menjaga kelestarian ikan bilih. Namun diharapkan konservasi ikan bilih yang dilakukan perusahaan diimbangi dengan pembatasan penggunaan bagan dan sebagainya.

Baca Juga: Penjualan Naik, SIG Raup Pendapatan Rp8,29 Triliun

“Melihat tingkat keberhasilan yang tinggi, upaya konservasi ini perlu ditingkatkan dalam skala yang lebih besar lagi serta dapat menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pembudidayaan ikan bilih di luar habitatnya,” kata Donny Arsal.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengapresiasi upaya pelestarian ikan Bilih yang dilakukan SIG bersama LPPM UBH. Menurutnya konservasi ikan bilih di luar habitatnya tidak mudah dilakukan. Banyak kegagalan dan keberhasilannya sangat kecil.

“Bahkan pada 2020, status ikan bilih dinyatakan hampir punah. Harusnya dengan status yang hampir punah, ikan bilih harus lebih mahal dibandingkan ikan salmon di restoran Jepang," kata Audy Joinaldy.

Baca Juga: Efisiensi Energi SIG, Pakai RDF dan Panel Surya Demi Tekan Emisi

Sementara itu, Rektor UBH Tafdil Husni mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam konservasi ikan bilih merupakan suatu bentuk kontribusi melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). Lembaga itu didukung Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Apalagi status ikan bilih Danau Singkarak pada 2020 menuju kepunahan.

Hasil penebaran ikan bilih dinilai akan luar biasa terhadap ekonomi nelayan bilih Danau Singkarak. Sebagai contoh, dari 1.500 ekor ikan bilih yang disebar dan di dalamnya ada 800 ekor betina, maka masing-masing betina akan mempunyai 3.000 telur. Jika dikalkulasikan, maka jumlahnya akan ada 2,4 juta ekor ikan bilih yang akan berkembang biak. Kemudian untuk 1 juta ekor ikan bilih sama dengan 5.000 kg.

"Sekarang ini harga ikan bilih Rp50 ribu. Kalau diperhitungkan lagi dalam setahun, maka jumlahnya bisa mencapai Rp250 juta. Ini untuk 1 juta ekor ikan yang dihasilkan dari 800 ikan bilih betina yang disebar hari ini. Apalagi kalau hitungan kertasnya 2,4 juta, tentu hasilnya ada sekitar Rp600 juta per tahun. Makanya, mari sama-sama jaga kelestarian ikan bilih ini, supaya bisa berkembang dengan baik di habitat aslinya," jelas Tafdil Husni.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.