Rabu, 17 Jun 2026 21:46 WIB

Harga Kapas Dunia Melambung, Perajin Tenun Ikat Kediri Naikkan Harga Jual

  • Penulis : Yanuar Dedy
  • | Selasa, 02 Agu 2022 09:37 WIB
Aktivitas perajin tenun ikat Bandar Kidul.(Foto : Yanuar Dedy/Jatimnow.com)
Aktivitas perajin tenun ikat Bandar Kidul.(Foto : Yanuar Dedy/Jatimnow.com)

Kediri - Tingginya harga kapas dunia memicu kenaikan harga benang beberapa bulan terakhir. Hal ini menuntut para perajin kain Tenun Ikat di Kota Kediri untuk meningkatkan harga jual produknya.

Salah satu perajin tenun ikat di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Siti Ruqoyah mengatakan, kenaikan harga benang mencapai 30 persen. Kenaikan itu terjadi mulai dari Januari hingga awal Juli 2022. Sebelum adanya kenaikan, harga benang per 5 kilogram dibeli seharga Rp780 ribu. Namun kini harga benang sudah mencapai Rp1 juta per 5 kg.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

“Jadi harga tenun ikut saya naikkan untuk menutup angka kenaikan pembelian benang tadi," kata Ruqoyah, Selasa (2/8/2022).

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Saat ini pemegang merk Medali Mas itu menaikkan harga jual produk tenun ikatnya dari Rp180 ribu per potong menjadi Rp200 ribu per potong ukuran 2,5 meter. Mesti demikian, Ruqoyah tetap bersyukur karena hal ini tidak mempengaruhi jumlah permintaan terhadap tenun ikat produksinya. Sebab wastra khas Kota Kediri memiliki segmen pangsa pasar tersendiri.

"Kenaikan harga dinilai masih terjangkau, bila dibandingkan produksi pabrikan. Sejauh ini justru angka permintaan yang masuk tak pernah berhenti atau selalu ada. Bahkan kami justru terkadang harus menolak pesanan karena orderan yang masuk telah banyak," pungkasnya.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

Tenun ikat merupakan kain khas Kota Kediri dan berkembang sejak 1950-an oleh etnis Tionghoa. Baru pada 1966, masyarakat sekitar memproduksinya sendiri. Hingga saat ini para perajin di Kampung Tenun Ikat Bandar Kidul masih lestari dan tetap menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Sempat mengalami pasang surut di tahun 1984-1985, kain tenun ikat Bandar Kidul terus berkembang hingga sekarang.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.