Kamis, 18 Jun 2026 02:26 WIB

Sambut Tahun Baru Hijriah, Bupati Ipuk Jalan Keliling Pawai Obor Bareng Warga

  • Penulis :
  • | Sabtu, 30 Jul 2022 10:04 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengikuti pawai obor.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengikuti pawai obor.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Momentum Tahun Baru Hijriah disambut meriah oleh warga Banyuwangi. Salah satunya lewat tradisi “oncor-oncoran” alias berkeliling kampung dengan mengarak obor. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengikuti tradisi ini bersama warga di Lingkungan Baluk, Kelurahan Kebalenan, yang tak lain adalah wilayah tempat tinggalnya.

Jumat (29/7/2022) malam, Ipuk bersama ratusan tetangganya di Lingkungan Baluk berjalan berkeliling sambil membawa obor dari halaman Masjid Darul Falah dan berakhir di tempat sama. Warga tumpek-blek. Rombongan mengular lebih dari 100 meter. Nyala obor membuat suasana menjadi indah. Mereka berkeliling kampung dengan jarak sekitar 3 kilometer.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

Bupati Ipuk melempar guyonan yang disambut tawa ceria warga. Suasana begitu meriah. Warga guyub bercengkerama bersama.

“Assalamualaikum Mak Ipuk, mak isun, bupati hang hun sayangi (bupati yang saya sayangi),” teriak warga membuka acara.

“Alhamdulillah, semua warga guyub. Laki-laki, perempuan, tua muda hingga anak-anak bergembira bersama, menyiapkan pawai ini bersama-sama. Warga Baluk memang top,” puji Ipuk.

Pawai diawali doa bersama di masjid seusai salat Magrib. Tak kurang dari seribu orang yang memadati halaman masjid hingga meluber ke jalan raya. Mereka membawa oncor beraneka bentuk. Di sepanjang jalan, peserta kirab mengumandangkan istigfar, tahmid dan salawat.

Ketika sampai di sudut-sudut kampung, dikumandangkan adzan dan iqamah. Hal ini sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk menjauhkan mara bahaya dan musibah dari kampung tersebut.

Bupati Ipuk yang ikut berkeliling juga menyempatkan diri untuk menyapa warga yang berdiri di sepanjang jalan. Permintaan foto bersama pun dilayani Ipuk dengan sabar.

Setelah berkeliling kampung, semua peserta pawai obor kembali berkumpul di titik awal. Di halaman masjid, mereka makan bersama nasi tumpeng yang telah dibawa sebelumnya. Dengan riang dan guyub masyarakat Baluk menyantap sajian tersebut.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Ketua Takmir Masjid Darul Falah sekaligus panitia penyelenggara peringatan Tahun Baru Hijriah Sugito menyebutkan, tradisi ini telah berlangsung sejak lama.

“Namun dalam dua tahun terakhir ini libur karena pandemi. Saat ini kami mulai lagi karena pandemi sudah cukup terkendali,” ungkapnya.

Pawai oncor-oncoran di Lingkungan Baluk sebagai bagian dari mendoakan kampungnya agar terselamatkan dari berbagai bala dan musibah.

“Di empat penjuru kampung, kami adzani. Ini sebagai doa agar Allah menghindarkan segala musibah dari kampung kami,” terangnya.

Baca Juga: Warga Jarak Dolly Surabaya Pertahankan Budaya Leluhur, Tolak Stigma Negatif

Bupati Ipuk mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk upaya mengenang perjuangan Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana diketahui, kalender Hijriah atau penanggalan Islam dihitung sejak masa hijrah Nabi Muhammad bersama para sahabat dari Mekkah yang saat itu dikuasai kaum Quraisy menuju ke Madinah.

"Saya senang kegiatan menyongsong pergantian tahun ini berlangsung meriah. Tidak hanya pada peringatan tahun baru Masehi saja. Semoga dengan acara ini, kami bisa meneladani perjuangan Nabi Muhammad tatkala hijrah dari Mekkah ke Madinah," ungkap Ipuk.

Salah satu keteladanan yang patut dijadikan pedoman adalah persaudaraan antara kalangan Muhajirin (orang-orang yang berhijrah dari Mekkah) dan Ansor (orang-orang asli Madinah).

"Semoga semangat persaudaraan, keguyuban dan gotong-royong di Kampung Baluk ini. Seperti halnya persaudaraan dan kegotongroyongan para sahabat nabi, kaum Muhajirin dan Ansor," harap Ipuk.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.