Selasa, 21 Jul 2026 23:17 WIB

Perayaan Suro

Warga Jarak Dolly Surabaya Pertahankan Budaya Leluhur, Tolak Stigma Negatif

  • Penulis : Ali Masduki
  • | Minggu, 27 Jul 2025 09:35 WIB
Perayaan Suro tahun ini dilakukan di Pesarehan Eyang Mbah Kapiludin, Jarak Dolly. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com
Perayaan Suro tahun ini dilakukan di Pesarehan Eyang Mbah Kapiludin, Jarak Dolly. Foto: Ali Masduki/JatimNow.com

jatimnow.com -  Komunitas Suroboyo Wani Berbudaya, gabungan berbagai organisasi dan komunitas di Surabaya, menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya Jawa dan menolak stigma negatif yang selama ini melekat pada wilayah Jarak Dolly. 

Peringatan tahun baru Jawa 1959 Saka, atau Suro, menjadi momentum bagi komunitas ini untuk memperkuat identitas budaya. 

Baca Juga: Polres Lamongan Ultimatum Pesilat Jelang Suro

Menurut Ki Ageng Kinco, Jubir Suroboyo Wani Berbudaya,  peringatan Suro dirayakan dengan berbagai ritual,  seperti semedi, meditasi, dan merawat pusaka leluhur. 

"Ini adalah wujud menyucikan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," jelas Ki Ageng, Sabtu (26/7) malam.

Perayaan Suro tahun ini dilakukan di Pesarehan Eyang Mbah Kapiludin, Jarak Dolly.  Ki Ageng menekankan bahwa lokasi tersebut dipilih untuk menunjukkan konsistensi warga Jarak Dolly dalam menjaga warisan budaya leluhur, terlepas dari stigma negatif yang sering dikaitkan dengan wilayah tersebut.

Baca Juga: Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

"Stigma preman, judi, dan mabuk tidak boleh melemahkan niat suci kami untuk melestarikan budaya," tegasnya.

Suroboyo Wani Berbudaya sendiri merupakan aliansi yang beranggotakan Perserikatan Seni Nasional (PSN), KOJAR, Komunitas Jarak Dolly, SPS Satrio Pendowo Sejati, Perguruan Pencak Silat Kera Sakti, Bonek Sawahan, Pandepokan Sukmo Limo, dan Arek-arek Nusantara. 

Mereka berkomitmen untuk mempertahankan kebudayaan leluhur di Surabaya dan menolak pengaruh budaya asing yang dianggap dapat merusak nilai-nilai lokal.

"Bangsa yang kuat tidak akan meninggalkan ajaran warisan leluhurnya," kata Ki Ageng.

Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Forkopimda dan Perguruan Silat Jember Gelar Apel Kebangsaan

Ia berharap, upaya pelestarian budaya ini akan membawa kedamaian, ketenangan, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. 

"Semoga siapapun yang berbuat baik terhadap ajaran budaya warisan leluhurnya akan mendapatkan sinar-sinar pepadang," tambahnya.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.