Jumat, 19 Jun 2026 18:07 WIB

Objek Bangunan Candi di Trenggalek Diperkirakan Berasal dari Era Mataram Kuno

Petugas melakukan ekskavasi pada objek diduga cagar budaya di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan ekskavasi pada objek diduga cagar budaya di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Trenggalek - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, melakukan survei penyelamatan sebuah struktur batu bata kuno, di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Survei dilakukan untuk mengetahui adanya potensi objek diduga cagar budaya pada struktur ini. Hasilnya, kuat dugaan jika temuan itu merupakan bagian dari candi yang diperkirakan berasal dari era Kerajaan Mataram Kuno.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Ketua tim survei, Muhamad Ichwan mengatakan, mereka menggunakan metode ekskavasi dengan membuka sejumlah kotak dan melakukan penggalian. Targetnya, untuk mengetahui denah dari struktur yang diketahui merupakan bagian dari candi.

"Denahnya sudah terlihat, berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 6x6 meter," ujarnya, Jumat (29/07/2022).

Ada temuan menarik dari survei, yakni ukuran batu bata yang pajangnya mencapai 35 sentimeter, lebar 25 sentimeter dengan ketebalan 9 sentimeter.

Penggalian struktur batu bata kuno di Desa Gondang, Kecamatan Tugu.Penggalian struktur batu bata kuno di Desa Gondang, Kecamatan Tugu.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Batu bata jenis ini berbeda dengan yang biasa ditemukan pada bangunan candi era Kerajaan Majapahit. Di mana pada masa Kerajaan Majapahit, biasanya berukuran panjang 32 sentimeter, lebar 21 sentimeter dan tebal 7 sentimeter.

"Dugaan kami candi berasal dari era Mpu Sindok zaman Mataram Kuno, tapi ini masih dugaan perlu dilakukan kajian lebih lanjut," tambah Ichwan.

Terkait itu, tim merekomendasikan bahwa struktur ini layak untuk dilakukan ekskavasi secara keseluruhan.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Proses bisa dilakukan oleh Pemkab Trenggalek, sementara BPCB akan melakukan pendampingan selama proses tersebut.

"Ini sudah sangat memenuhi unsur objek cagar budaya, perlu dilakukan penelitian dan akan bermanfaat bagi edukasi sejarah," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.