Senin, 22 Jun 2026 23:33 WIB

Pekerja PG Djombang Baru Tewas saat Timbang Tebu, Polisi Dalami Unsur Kelalaian

Barang bukti mesin crane yang disita polisi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Barang bukti mesin crane yang disita polisi. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Pascapenetapan N (37) warga Desa Jabon, Kecamatan Jombang, sebagai tersangka atas tewasnya pekerja PG Djombang baru bernama Ali Imron (43), kepolisian terus mendalami adanya dugaan kelalaian.

Sebelumnya, Ali, petugas timbangan dilaporkan tewas saat terhantam timbangan tebu. Sementara tersangka N, diketahui tak memiliki keahlian sebagai operator mesin crane.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka N mengaku sebagai operator mesin crane.

"Namun pada kenyataannya, berdasarkan SK yang kami sita sebagai barang bukti, yang bersangkutan (N) hanyalah anggota trans loading bukan merupakan operator crane," ungkap Giadi, Jumat (29/7/2022).

Patut diduga, lanjut Giadi, dalam insiden ini ada faktor kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Terhadap orang-orang yang bertanggung jawab, setelah nanti dari operator crane, nanti masih kami dalami, untuk pemeriksaan saksi-saksi maupun ahli," terang Giadi.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Keterangan ahli, sambung Giadi, untuk mengetahui apakah pegoperasian mesin crane membutuhkan keahlian khusus atau sebaliknya.

"Aturan main crane ini apakah harus mempunyai lisensi, kemudian nanti apakah orang-orang yang bertanggung jawab itu, perlu kita dalami terkait dengan perbuatannya," tegasnya.

"Sementara kita simpulkan tersangka ini bukan dalam keahliannya," tambahnya.

Baca Juga: Kandang Ayam di Malang Roboh, 2 Pekerja Tewas Tertimpa Struktur Bangunan

Polisi juga akan mendalami apakah peralatan yang digunakan pada saat proses bongkar muat tebu di PG Djombang Baru telah sesuai ketentuan atau sebaliknya.

"Masih kita dalami terkait dengan alat yang ada di pabrik gula, apakah layak. Kami juga masih berkoordinasi untuk melakukan pengujian alat. Untuk menentukan apakah alat itu memenuhi standar, dan kita juga akan cek perawatannya," jelasnya.

"Terkait tersangka ini memang sudah patut diduga kelalaiannya. Namun, perbuatan dari tersangka ini, juga didapatkan mungkin ada perintah atau lain sebagainya. Karena yang bersangkutan bukan keahliannya. Jadi kita dalami ini perintah dari siapa untuk menjalankan mesin crane," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.