Jumat, 19 Jun 2026 11:38 WIB

Emane Ker...Kota Batu Rugi Rp500 Juta Gegara Obat Kedaluarsa

ilustrasi
ilustrasi

Kota Batu - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu merugi Rp500 juta. Penyebabnya yaitu obat-obat yang sudah kedaluarsa.

Secara rinci kerugian disebabkan obat yang sudah direncanakan sejak tahun 2020 dan dibeli dengan anggaran pada tahun 2021 atau waktu pandemi berlangsung, itu tidak terpakai hingga kedaluarsa.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Alasan kerugian karena pandemi soalnya banyak orang tidak mengakses Puskesmas, kan tidak menerima pasien sama sekali. Sehingga obat yang telah kami pesan tidak terpakai. Begitu juga obat yang mau diberikan ke pelajar tidak jadi kita berikan hingga kadaluarsa," kata Kabid Pelayanan Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Kota Batu, dr Icang Sarrazin, Kamis (28/7/2022).

Pasalnya dari total kerugian, obat untuk mencukupi kebutuhan gizi paling banyak dengan nilai Rp218 juta. Terlebih pihaknya yang memiliki program datang ke sekolah sebanyak dua kali tidak bisa terlaksana karena pembelajaran tatap muka belum digelar.

"Ketika pandemi, tidak ada sekolah yang buka. Para pelajar belajar dari rumah. Pandemi telah mengakibatkan program yang telah disusun tidak sesuai rencana awal," paparnya.

Saat ini Dinkes akan memusnahkan obat tersebut dengan menggandeng pihak ketiga

"Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan obatnya bakal kita musnahkan," tegasnya.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurochman mengaku cukup menyayangkan hal tersebut karena membuktikan Dinkes tidak memiliki perencanaan matang hingga merugi cukup besar.

"Kok bisa saya juga heran, gimana merencanakannya. Jangan beralasan pandemi, itu tak masuk akal. Terlebih, perencanaan dan penganggaran dilakukan selama masa pandemi," kata politisi Partai PKB ini.

Harusnya Dinkes Batu telah menyusun program-program sesuai kondisi pandemi. Lalu dalam perencanaan, harusnya ada data dan refleksi.

Baca Juga: Mikutopia, Destinasi Wisata Alternatif di Kota Batu

"Kok bisa menganggarkan pas pandemi alasannya pandemi sangat-sangat tidak rasional. Pandemi harusnya bisa disiasati menyalurkan obat-obatan langsung ke rumah warga yang membutuhkan. Misal anak-anak pelajar yang tidak datang ke sekolah, mereka bisa menerima obat dari rumah masing-masing," keluhnya lagi.

Nurochman mewakili anggota lainnya menuturkan bila semua berdasarkan niat. Apalagi DPRD belum pernah mendengar laporan resmi adanya kerugian hingga Rp500 juta dari Dinkes. Baik laporan formal maupun informal.

"Jujur saja belum ada laporan masuk ke DPRD. Dalam waktu dekat komisi akan mengkonfirmasi langsung ke Dinkes Kota Batu serta memanggilnya untuk dilakukan hearing," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.