Selasa, 16 Jun 2026 16:42 WIB

Sempat Diprotes Warga, Pembatas Jalan di Pamekasan Akhirnya Dibongkar

Pembatas jalan di Bundaran Asem Manis Pamekasan dibongkar, Senin (25/07/2022).(Foto: Fathor Rahman)
Pembatas jalan di Bundaran Asem Manis Pamekasan dibongkar, Senin (25/07/2022).(Foto: Fathor Rahman)

Pamekasan - Pembatas jalan yang baru selesai dipasang di Bundaran Asem Manis, Pamekasan, akhirnya harus dibongkar, Senin (25/07/2022). Pembongkaran dilakukan setelah sempat diprotes aktivis pada pekan lalu. Diduga, pemasangan pembatas jalan tidak sesuai ketentuan. Sebab material kastin hanya dipasang di atas aspal jalan. Padahal semestinya harus ada penggalian sekitar 15 sentimeter sebelum kastin dipasang.

Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Pengawal Keadilan (P3K) Basri mengatakan, pekan lalu pihaknya melakukan protes dengan aksi unjuk rasa. Sebab pemasangan kastin tidak sesuai ketentuan.

Baca Juga: Anggaran Perbaikan Infrastruktur Jalan di Tulungagung Tahun Ini Capai Rp300 Miliar

"Pelaksana pekerjaan hanya menempel kastin di atas aspal. Padahal digali dulu, baru dipasang. Sehingga pembatas jalan lebih kuat," katanya.

Dengan ada galian, beton kastin yang dipasang tidak mudah geser dan tidak cepat rusak. Sebab sudah menempel kuat ke badan jalan. Namun jika hanya ditempel akan mudah bergeser.

"Pembatas jalan ini dibangun untuk menjaga keamanan pengendara dari arah berbeda. Jika mudah digeser maka justru membahayakan. Sebab jika ada mobil selip dan menabrak pembatas, maka akan membahayakan pengendara dari arah berlawanan," terangnya.

Pihaknya meminta ada evaluasi terhadap pelaksana, yakni PT Trijaya Adymix. Harapannya ada perbaikan sesuai ketentuan demi keselamatan pengendara.

Baca Juga: Ekspansi MRT Lin Timur Barat, Intiland Rancang Hunian Terintegrasi

"Buktinya sekarang dibongkar. Bisa dikroscek bekas material kastin yang sudah jelas hanya ditempel," katanya.

Pemasangan kastin dilaksanakan PT TRIJAYA ADYMIX dari Mojokerto. Pekerjaan itu bersamaan dengan sejumlah proyek di sejumlah titik lain di jalan nasional dari Sampang, Pamekasan hingga Sumenep. Total anggarannya sebesar Rp25.520.622.540.

Dirut PT Trijaya Adymix Joni saat dikonfirmasi mengaku sengaja tidak ada penggalian. Sebab masih ada pengaspalan dengan ketebalan sekitar delapan sentimeter.

Baca Juga: Kejar Target Indonesia Emas, SIG Cetak Rekor MURI Sertifikasi Ahli Bangunan

"Itu permintaan dinas, mas. Jika digali kalau dilakukan pengaspalan akan tenggelam, " terangnya.

Ditanya soal selisih ketebalan aspal dengan penggalian yang seharusnya dilakukan? Pihaknya mengaku tidak hafal ketentuannya. Jadi harus melihat ulang data pekerjaan yang dilakukan.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.