Jumat, 19 Jun 2026 18:07 WIB

Studio MataHati Ceramics, Rekomendasi Wisata Edukasi Baru di Kota Batu

Studio MataHati Ceramics, destinasi wisata edukasi di Kota Batu. (Foto-foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Studio MataHati Ceramics, destinasi wisata edukasi di Kota Batu. (Foto-foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Satu lagi alternatif wisata edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, namanya Studio MataHati Ceramics. Mengusung wisata rumahan yang unik, spesial dan berkualitas, studio ini berada di Kompleks perumahan Wastu Asri Blok DD No. 6-8, Junrejo, Kota Batu.

Founder MataHati Ceramics, Muchlis Arif berkeinginan studionya tersebut bisa menjadi ajang melatih kreativitas bagi semua kalangan.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

"Meskipun berlokasi di tempat yang jauh dari jalan besar, namun studio ini sudah menjadi tempat pelatihan kreativitas dengan berbagai kalangan. Di ruang alternatif ini terbuka untuk umum. Beberapa kali kita sudah mengadakan kegiatan diskusi dan ke depannya akan ada agenda, antara lain pameran akhir tahun," urainnya, Minggu (24/7/2022).

Meski berbeda dengan konsep wisata pada umumnya, Muchlis meyakini studio dan galeri keramik miliknya akan menjadi pilihan bagi wisatawan karena keunikannya.

"Wisata ke Batu tidak hanya perlu dengan suasana keramaian. Wisatawan juga ada yang mencari objek yang memberikan suasana damai, yang kontemplatif. Nah di sini kami mencoba memberikan ruang yang berbeda dari wisata yang penuh dengan keramaian tersebut," ungkapnya.

Seniman keramik ini menuturkan, 2 bulan sebelum dibuka secara resmi pada Sabtu (23/7/2022), Studio MataHati Ceramics sudah disinggahi wisatawan dari berbagai daerah. Antara lain dari daerah Jakarta dan Kalimantan.

Selain membuat kegiatan meeting bertema quality time, mereka juga mengisi waktu dengan belajar membuat keramik.

"Tidak sedikit juga mitra bisnis yang bertemu di tempat ini, sambil bikin keramik dan akhirnya muncul ide-ide baru untuk bisnis mereka. Ini kan unik," ujar lulusan S2 Institut Seni Indonesia (ISI) jurusan Seni Keramik, Yogjakarta ini.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Studio MataHati Ceramics di Junrejo, Kota Batu.Studio MataHati Ceramics di Junrejo, Kota Batu.

Tentang manfaat belajar membuat keramik, Arif menjelaskan bahwa keramik adalah sebuah media. Bila dikaitkan dengan pelajaran hidup, pada dasarnya keramik adalah gambaran kehidupan manusia. Seperti dalam ilmu agama, disebutkan manusia berasal dari tanah liat.

"Kalau kita pelajari, kita akan menemukan bahwa ada fase-fase di dalam kehidupan yang ada di dalam keramik itu. Semakin sulit membuat keramik, akan semakin menarik," ucapnya.

Owner Studio MataHati Ceramics, Raisa Hajar Matahati menambahkan, yang paling menarik dari studio ini yaitu dibuka secara langsung oleh masyarakat desa dan diharapkan dapat menjadi sebuah space atau ruang terbuka kreatif untuk ekosistem seni.

Baca Juga: Pemuda Mojokerto Lompat dari Jembatan Cangar Batu, Ini Dugaan Motifnya

Salah satu komunitas yang sudah memanfaatkan galeri keramik ini adalah organisasi kopi dan barista. Beberapa event kreatif juga telah dijadwalkan di studio ini.

"Kami ada event yang bersifat fun namun ada juga yang bersifat pop up market. Di Studio kreatif ini kami juga ingin keramik menjadi media yang bisa mempersatukan media-media yang lain. Sehingga keramik ini tidak hanya eksklusif keramik saja," imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Junrejo, Andi Faisal mengutarakan rasa bangganya dengan hadirnya Studio MataHati Ceramics di wilayahnya. Ia menilai, kreativitas yang ada di Desa Junrejo adalah aset penting bagi desa, dengan demikian warga diharapkan menanamkan rasa memiliki sehingga bisa menjadi sebuah kebanggaan di Desa Junrejo.

"Semoga studio ini bisa menjadi keberkahan bagi semua, bagi desa dan bagi Kota Batu," jelasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.