Sabtu, 20 Jun 2026 17:42 WIB

Korban Pencabulan Guru SD di Kota Kediri Dipastikan 7 Siswi

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Apip Permana (Foto: Humas Pemkot Kediri/jatimnow.com)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Apip Permana (Foto: Humas Pemkot Kediri/jatimnow.com)

Kediri - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri mengumumkan hasil pemeriksaan tim khusus (timsus) dalam penanganan kasus pencabulan oleh guru di sebuah sekolah dasar negeri (SDN) di Kecamatan Pesantren.

Ini sekaligus mengklarifikasi soal jumlah korban yang sudah beredar. Karena sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Kediri menyebut bahwa korban 8 siswi. Bahkan salah satu LSM menyatakan korban sebanyak 20 siswi.

Baca Juga: Warga Kediri Serbu Perahu Tambang Imbas Penutupan Jembatan Kaliombo I

"Kita pastikan korbannya ada 7 siswi," jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri, Apip Permana, Jumat (21/7/2022).

Menurut Apip, timsus itu terdiri dari Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). mereka telah bekerja sejak awal kasus ini terbongkar.

Kini pelaku IM (57) resmi dipecat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Kediri sebagai konsekuensi atas aksi bejatnya. Dia dipecat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto meminta maaf atas kekeliruannya dalam menyampaikan informasi awal terkait kasus ini. Sebelumnya, Siswanto mengungkapkan ada 8 siswa yang menjadi korban pencabulan itu.

"Saya sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat bahwa sudah saya cek kembali ke Inspektorat dan Kepala Sekolah bahwa yang benar adalah tujuh siswa," ungkap Siswanto.

Baca Juga: Kota Kediri Raih Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Ini Pesan Mbak Wali

Siswanto berharap dengan adanya kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh lembaga pendididan khususnya di Kota Kediri agar kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan hilang.

"Seorang pendidik harusnya menjadi teladan, harus bisa digugu dan ditiru. Seorang kepala sekolah juga harus lebih waspada lagi kaitannya dengan kedisiplinan. Apabila ada guru yang memanggil siswa di luar jam pelajaran harus diwaspadai," pungkasnya.

Saat ini kasus pencabulan itu juga terus diselidiki Satreskrim Polres Kediri Kota.

Baca Juga: Jalan Kawi Kota Kediri Ditutup Mulai 5 Mei, Simak Rute Alternatifnya

"Saat ini Polres Kediri Kota sudah menerima LP (laporan) terkait dugaan pencabulan terhadap anak di salah satu sekolah dasar," jelas Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Tomy Prambana.

Penyidik sudah menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengumpulkan keterangan dan memeriksa saksi-saksi. Penyidik juga sudah melakukan pengecekan di tempat yang diduga menjadi lokasi pencabulan oleh IM.

Pemkot Kediri juga mendukung penuh upaya kepolisian untuk menangani kasus ini agar menjadi pengingat bahwa kasus serupa tak boleh terulang.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.