Senin, 15 Jun 2026 12:13 WIB

Realisasi CSR Perusahaan Migas di Pamekasan Belum Jelas

Nelayan menunggu kepastian realisasi CSR menjelang beroperasinya pengeboran migas di Sumur Paus Biru, Perairan Pamekasan.(Foto: Fathor Rahman)
Nelayan menunggu kepastian realisasi CSR menjelang beroperasinya pengeboran migas di Sumur Paus Biru, Perairan Pamekasan.(Foto: Fathor Rahman)

Pamekasan - Pengeboran sumur Paus Biru di Perairan Kabupaten Pamekasan ternyata sudah memasuki proses eksploitasi. Namun sampai saat ini belum jelas perencanaan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) di sejumlah desa terdampak.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com, tahapan pengeboran yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco Energy Sampang Pty Ltd sudah masuk proses eksploitasi. Meskipun sampai saat ini belum ada aktifitas lanjutan. Namun dokumen Plan of Development sudah selesai ditandatangani pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Hingga kini pemerintah belum menyampaikan persiapan realisasi CSR untuk wilayah terdampak. Sedikitnya ada tiga desa di Kecamatan Pademawu masuk wilayah amdal.

Kepala Bappeda Pamekasan Taufikurrachman membenarkan bahwa urusan CSR melekat di lembaganya. Namun, pihaknya enggan membeberkan soal rencana realisasi CSR dari KKKS Medco yang beroperasi di wilayah perairan Pamekasan.

"Sepertinya sudah eksploitasi. Karena pengeborannya di laut, maka itu kewenangan dari Pemerintah Provisi jatim," kata Taufik dalam keterangannya, Jumat (22/07/2022).

Ditanya apakah selama proses eksplorasi sampai eksploitasi belum ada kompensasi kepada desa terdampak? Pihaknya menyampaikan sudah ada. Namun, Bappeda enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca Juga: Panen Melon 1,7 Ton di Tanggulangin, Pertagas OEJA Perkuat Ketahanan Pangan

"Silakan langsung ke SKK Migas saja. Kalau ke pemkab, mereka hanya berpamitan, " ucapnya.

VP Relations & Security Medco Energi Arif Rinaldi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sumur Paus Biru sudah masuk tahapan ekaploitasi. Namun belum beroperasi.

"Sudah masuk tahapan eksploitasi. Sudah ada penandatanganan MoU dengan sejumlah pihak, " katanya.

Baca Juga: MNJ Bersholawat Kembali Digelar, Siapkan Kapasitas 20 Ribu Jemaah

Dia menyampaikan, pihaknya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tetap berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar area operasi. Jadi CSR tetap akan direalisasikan.

"Kegiatan CSR sudah berjalan dalam bentuk program bantuan kegiatan masyarakat. Nantinya bertambah sejalan dengan adanya aktivitas operasi, " ucapnya.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.