Senin, 08 Jun 2026 21:29 WIB

Stunting Hilang, Kunci Kemajuan Bangsa

  • Penulis : Moch Rois
  • | Kamis, 21 Jul 2022 15:42 WIB
Diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Kepoin Genbest: Stunting Hilang, Ciptakan Generasi Cemerlang, di Pasuruan. (Foto:  panitia)
Diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Kepoin Genbest: Stunting Hilang, Ciptakan Generasi Cemerlang, di Pasuruan. (Foto: panitia)

Pasuruan - Penurunan angka prevalensi stunting dapat meningkatkan generasi produktif di masa depan. Oleh karenanya, pencegahan stunting adalah kunci kemajuan bangsa.

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Wiryanta dalam diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Kepoin Genbest: Stunting Hilang, Ciptakan Generasi Cemerlang, di Pasuruan, Selasa (19/7/2022).

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Dijelaskan Wiryanta, pada tahun 2030, Indonesia akan menghadapi era bonus demografi dimana penduduk Indonesia sebagian besar akan didominasi oleh generasi Z dan generasi milenial. Artinya, pada era tersebut, jumlah angkatan kerja usia produktif di Indonesia akan berjumlah di atas 50%.
“Golongan usia sangat produktif ini bisa meningkatkan produktivitas nasional. Kunci dari kemajuan bangsa sebetulnya letaknya ada di produktifitas,” ujarnya.

Untuk itu, ditambahkan Wiyanta, cita-cita bersama mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045, akan sangat mungkin tercapai apabila angka stunting rendah yang akan menghasilkan sumber daya manusia yang produktif dan kompeten.

Sementara itu, Dokter Clarin Hayes, mengatakan stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan anak tetapi juga perkembangannya.

“Stunting bisa berpengaruh ke kognitif, kemampuan otak untuk berpikir. Fokusnya juga akan terganggu, pertumbuhan gigi juga terhambat, wajahnya juga akan lebih muda dari anak seusianya,” kata Clarin.

Ia menambahkan, stunting bisa dicegah sejak awal. Menjaga 1000 hari pertama kehidupan menjadi upaya utama dalam menanggulangi dan mencegah stunting.

Baca Juga: Cargill Perkuat Gizi dan Ekonomi Warga di Jawa Timur

“1000 hari ini dihitung sejak terjadinya konsepsi, sejak terjadinya pembuahan. Untuk itu remaja perempuan yang nanti akan hamil sangat penting untuk menjaga asupan nutrisi dan menjaga tumbuh kembang janin sejak dalam kandungan,” jelasnya.

Di sisi lain, Sub Koordinator Bina Ketahanan Remaja, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur, Yuyun Evriana, menuturkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Timur masih tinggi yaitu 23,5%. Masih di atas standar Badan Kesehatan Dunia WHO yang menetapkan angka stunting normal di bawah 20%.

Oleh karena itu, Yuyun mengimbau untuk mencegah stunting terutama bagi calon pengantin yang akan melahirkan generasi berikutnya di masa depan.

Baca Juga: 80 Persen Anak Indonesia Masih Defisit Protein Hewani

“Stunting banyak sekali akibatnya, ekonomi juga terpengaruh kalau banyak yang terkena stunting. Strategi pencegahan stunting ini dari hulu. Jauh-jauh hari di masa pra konsepsi sudah kita siapkan. Yang paling penting sebelum menikah adalah cek kesehatan reproduksi dan gizi,” tegas Yuyun.

Forum Kepoin GenBest yang diadakan kali ini merupakan bagian dari kampanye GenBest (Generasi Bersih dan Sehat), yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting.

GenBest mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari. Melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid, GenBest juga menyediakan berbagai informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak, sanitasi, siap nikah, maupun reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografik, serta videografik.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.