Senin, 22 Jun 2026 02:40 WIB

Anwar Sadad Disebut Jadi Faktor Naiknya Elektabilitas Gerindra di Jatim

Kedekatan Anwar Sadad dengan tokoh-tokoh NU Jatim.(Foto: jatimnow.com)
Kedekatan Anwar Sadad dengan tokoh-tokoh NU Jatim.(Foto: jatimnow.com)

Surabaya - Sosok Ketua DPD Gerindra Jatim Anwar Sadad disebut-sebut menjadi faktor utama meroketnya elektabilitas partai. Hal itu diungkapkan Direktur Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) Baihaki Sirajt dalam rilis surveinya, Rabu (20/7/2022).

"Gerindra mulai merangkak naik mendekati PDIP. Banyak faktor yang kami temukan di lapangan. Salah satunya masifnya pengurus Gerindra turun ke daerah. Faktor lainnya juga memiliki ketua dengan latar belakang NU (Anwar Sadad)," jelas Baihaki.

Baca Juga: Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

Dari survei ARCI, elektabilitas Gerindra Jatim menyentuh di angka 14 persen. Menempel PDIP dengan 16,5 persen dan PKB masih berada di posisi teratas 17,83 persen.

Sebelumnya, Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (LANSKAP) merilis hasil surveinya tentang elektabilitas partai di Jawa Timur (Jatim). Gerindra Jatim memiliki elektabilitas teratas. Disusul PDIP dan PKB.

"Di Jatim, pemuncak elektabilitas parpol ditempati Gerindra dengan persentase keterpilihan 30 persen. Disusul PDIP diangka 21,1 persen, PKB 18,9 persen," ucap Direktur Eksekutif LANSKAP Mochammad Thoha.

Baca Juga: Gerindra Tak Berikan Bantuan Hukum Bagi Gatut Sunu Wibowo

Kemudian posisi keempat diduduki Partai Golkar dengan 3 persen diikuti dengan PPP 2,6 persen. Perindo lagi-lagi memberi kejutan berada di posisi kelima. Lalu partai-partai penghuni Senayan seperti NasDem dan PAN.

Saat dikonfirmasi Terpisah, Anwar Sadad mengatakan hubungan kultural Gerindra dengan NU memang tidak bisa dipisahkan. Sebagai keluarga ponpes Sidogiri, baik dirinya maupun Ketum Gerindra Prabowo Subianto sama-sama memiliki sejarah yang panjang dengan NU.

"Partai Gerindra merupakan partai nasionalis, cikal bakal berdirinya dari tokoh-tokoh nasional. Tapi, tokoh-tokoh itu juga orang NU," ujar Sadad.

Baca Juga: Gerindra Jatim Ungkap Manfaat Ekonomi Program Gentengisasi Untuk Warga

Pria yang masuk bursa Bacagub Jatim 2024 itu juga menjelaskan, komunikasi yang ia bangun dengan NU selama ini bukan hanya komunikasi-komunikasi politik. Kedekatannya dengan NU, ia sebut telah terjalin secara alamiah.

"Nggak ada yang istimewa, warga NU mungkin memandang saya sebagai orang NU juga dan itu mutlak, Pak Prabowo juga punya sejarah panjang dengan NU, dengan keluarga Gus Dur Tebuireng, kiai-kiai NU, dengan Kiai Kholil As'ad, semuanya dekat, dan itu semua natural, lama sebelum Pak Prabowo masih aktif di militer," jelas salah satu kandidat doktor di UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.