Senin, 15 Jun 2026 17:06 WIB

Ribuan ASN di Ponorogo Berpakaian Warok, Ada Apa?

ASN Pemkab Ponorogo mengenakan pakaian warok. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
ASN Pemkab Ponorogo mengenakan pakaian warok. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Jelang bulan Muharam (Suro), masyarakat Kabupaten Ponorogo bakal ketemu dengan ribuan warok Ponorogo. Bagaimana tidak, ribuan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo diwajibkan menggunakan baju warok.

Namun, bukan berarti mereka bakal menari reog. Mereka hanya mengganti baju seragam/dinas mereka seperti Linmas, Korpri atau baju khaki dengan baju warok berwarna hitam-hitam atau biasa disebut penadon.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kewajiban menggunakan penadon itu tertuang pada nomor 430/2108/405.08/2022. Dalam surat tersebut diwajibkan seluruh ASN menggunakan penadon lengkap, blankon gadung melati bagi laki-laki. Untuk perempuan menggunakan batik.

Pantauan redaksi di lokasi bahwa hampir semua ASN menggunakan penadon. Seperti yang terlihat di Kantor DPRD Kabupaten Ponorogo.

Saat rapat paripurna, tidak hanya Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko yang menggunakan Penadon. Juga terlihat beberapa anggota DPRD menggunakan baju serba hitam itu.

Baca Juga: Jadwal WFH ASN Pemprov Diubah Jumat, Apa Kabar Pelayanan Publik?

Begitu juga di kantor dinas yang melakukan pelayanan terhadap umum. Para ASN juga menggunakan baju penadon. Walaupun tidak menggunakan baju seragam, mereka tidak terlihat risih.

"Ada yang beda saat tadi ke kantor pemerintah. Menggunakan penadon pegawainya. Suasana Ponorogo terlihat," ujar salah satu warga, Lolita.

Sementara, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan bahwa aturan tersebut berlaku, mulai tanggal 18 Juli 2022 hingga 11 Agustus 2022. Dalam rangka Grebeg Suro dan Hari Ulang Tahun Ponorogo ke-526 tahun.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Kedepan, dia mengaku bakal merencanakan aturan menggunakan baju penadon. Karena pada Senin, Selasa sudah jelas AS seragamnya. Sedangkan pada Rabu menggunakan baju putih. Kamis menghunakan baju batik dan Jumat bebas.

"Nanti mungkin kamis pertama batik, keduanya menggunakan baju penadon. Tetapi ibu-nya atau ASN wanita menggunakan kebaya," pungkas Sugiri.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.