Rabu, 17 Jun 2026 21:35 WIB

Diduga Dibunuh, Pemuda Tewas Bersimbah Darah di Depan Musala Muhajirin Sidoarjo

Jenazah pemuda bersimbah darah di teras Musala Muhajirin.(Foto: Polsek Sukodono for jatimnow.com)
Jenazah pemuda bersimbah darah di teras Musala Muhajirin.(Foto: Polsek Sukodono for jatimnow.com)

Sidoarjo - Warga Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, digemparkan dengan penemuan mayat di teras Musala Muhajirin, Kamis (14/7) pagi. Jasad pemuda tersebut dalam kondisi bersimbah darah.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban pertama ditemukan takmir Musala Syaiful. Saat dikonfirmasi, Syaiful mengatakan bahwa ia bersama istrinya semula berniat untuk menunaikan ibadah salat shubuh di musala.

Baca Juga: Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Gotong Royong Tanam Pucuk Merah

"Saya sama istri awalnya mau berangkat salat shubuh ke musala. Pas sampai di sana, saya kira ada orang tidur. Awalnya nggak berpikir kalau itu mayat. Tapi setelah saya dekati, ada darahnya. Saya kaget dan langsung lapor warga sekitar ke pihak desa," ujar Syaiful.

Setelah dicek bersama-sama dengan warga, pemuda yang dikira tidur di teras itupun dipastikan telah meningggal dunia.

"Darahnya itu di kepala bagian belakang. Setelah warga memastikan itu mayat, akhirnya langsung lapor ke Polsek Sukodono," imbuhnya.

Baca Juga: Ahli Waris Pekerja Rentan di Sidoarjo Terima Santunan JKM Rp42 Juta

Sementara itu, Kapolsek Sukodono AKP I Ketut Agus Wardana saat dimintai keterangan membenarkan bahwa jasad pemuda yang ditemukan di teras musala diduga adalah korban pembunuhan.

"Ya, Benar. Diduga korban pembunuhan," ujar Kapolsek Sukodono.

Baca Juga: Polres Madiun Ringkus Buron Pembunuhan Pemilik Warung di Saradan

Kepolisian menerima informasi atau laporan dari warga sekira pukul 07.00 WIB. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi di lapangan guna penyelidikan lebih lanjut.

 

Editor : Sofyan Cahyono
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.