Kamis, 11 Jun 2026 20:43 WIB

135 Warga Bali Belajar Pengelolaan Sampah di Surabaya  

Para jajaran Kabupaten Buleleng Bali saat belajar pengelolaan sampah di Jambangan Surabaya/Foto: Arry Saputra
Para jajaran Kabupaten Buleleng Bali saat belajar pengelolaan sampah di Jambangan Surabaya/Foto: Arry Saputra

 

jatimnow.com - Kampung Jawara Surabaya Green and Clean dan Pusat Daur Ulang (PDU), mendapat kunjungan dari Wakil Bupati Buleleng, Provonsi Bali I Nyoman Sutjidra. Ia datang bersama rombongannya sebanyak 135 orang di Jalan Jambangan RW 3 Surabaya, Senin (16/7/2018). 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kunjungannya kali ini dalam rangka memantapkan pengelolaan sampah dan penataan kebersihan dan  lingkungan di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Selain itu, ini sebagai wujud sinergi Program Surabaya Green and Clean sejak 2005 (14 tahun berjalan) dengan program inisiasi Buleleng Green and Clean.

Motivator Lingkungan DKRTH Surabaya Adi Candra mengatakan Kota Surabaya mendapat kepercayaan lagi dengan kunjungan kedua kalinya dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Mereka mengajak untuk belajar tentang pelaksanaan pengelolaan sampah.

"Sebanyak 135 orang dari Camat, Lurah, Perbekel, Ketua BPD beserta warga Buleleng hadir dalam kunjungan kali ini," ujar Adi Candra.

Adi mengatakan bahwa keinginan Wakil Bupati Buleleng  I Nyoman Sutjidra adalah untuk menggali potensi dan pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan termasuk sampah yang diterapkan di Kota Surabaya.

"Sampah juga konsumtif, kemasan yang dihasilkan, kalau masyarakat tidak peduli jadi beban tersendiri bagi pemerintah. Jadi, mereka distudikan. Untuk belajar langsung bagaimana pengelolaan sampah menggerakkan warga militan. Mensosialisasikan tetangga dan mengajak tetangga," ujarnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Selain itu, Adi juga mengatakan peran serta pemerintah daerah menyiapkan sarana prasarana untuk pengolahan sampah lebih lanjut. Dan juga untuk membudidayakan sampah menjadi bernilai.

"PDU dipilah ulang, anorganik dijual dan yang organik diolah di Jambangan dijadikan kompos. Karena di PDU sampah, seluruh sampah di wilayah Jambangan diolah di situ. Maka dari itu masyarakat tertarik untuk belajar," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan sistem seperti ini nyata, warga sangan antusias. Mereka juga mampu menceritakan kebaikan di kampungnya. Ia berharap masyarakat Buleleng bisa menjadi seperti warga di Jambangan.

"Masyarakat pengen diajak ke Surabaya belajar agar punya kader yang militan seperti kader Jambangan, mampu mewujudkan Buleleng bebas dari sampah dan Indonesia bersih," pungkasnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

 

Reporter: Arry Saputra

Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.